kabar mpr

Cak Imin: Percepat Pembangunan Infrastruktur Bagi Korban Gempa Lombok

Kompas.com - 08/09/2018, 09:33 WIB

Masyarakat Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, biasa menunaikan sholat lima waktu, sholat jumat, dan sholat sunnah lainnya di Masjid Darul Falah.

Namun selepas gempa yang melanda Lombok beberapa waktu yang lalu, masjid megah di desa itu mengalami kerusakan yang cukup berat. Akibatnya masjid yang berkubah hijau itu tak bisa digunakan.

Sebagai gantinya masyarakat di sana mendirikan masjid darurat di salah satu lapangan desa. Wujud masjid darurat itu berupa seluas lapangan bola volli dengan bentuk bangunan beratap dan beralaskan terpal berwarna hijau dengan dikelilingi oleh terpal setinggi 1 meter. Di sekeliling masjid selain ada bilik-bilik kamar untuk MCK juga ada kran-kran untuk wudhu.

Pada Jumat 7 September 2018, seperti ummat Islam lainnya, masyarakat di sana menjalankan kewajiban Sholat Jumat. Hadir dalam Sholat Jumat itu selain masyarakat juga ada Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar.

Selepas Sholat Jumat, takmir mengumumkan kepada masyarakat bahwa di tengah jamaah hadir Muhaimin Iskandar. Dalam kesempatan itu, takmir juga mengungkapkan kepada pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu bahwa gempa yang terjadi telah melumpuhkan aktivitas masyarakat Lombok Utara.

Menanggapi semua yang terjadi di Lombok, Cak Imin di hadapan jamaah Sholat Jumat mengatakan kehadiran dirinya ke Lombok untuk melihat secara langsung apa yang terjadi. "Setelah melihat langsung, saya merasakan apa yang dirasakan oleh para korban gempa Lombok", ungkapnya.

Menurut alumni UGM itu, musibah yang menimpa harus kita terima dengan lapang dada, tawakal, dan terus berbenah. Bagi Cak Imin, musibah yang terjadi bisa jadi merupakan cara Allah untuk meningkatkan derajad ummatnya. "Agar membangkitkan kehidupan dan kebahagiaan", ujarnya.

Dikatakan, sebentar lagi ummat Islam akan merayakan tahun baru Islam. Tahun baru Islam itu diharapkan untuk menjadi tonggak kebangkitan masyarakat Lombok.

Dari penanganan gempa yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak, diakui sangat bagus. Bantuan dari berbagai pihak disebut menunjukkan kita semua sebagai keluarga. "Mereka dan para relawan telah mengamalkan apa yang diperintahkan oleh agama", tuturnya. Meski demikian, Cak Imin menegaskan perlunya percepatan pembangunan fasilitas umum di wilayah korban Lombok. "Infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat harus dipercepat pembangunannya", tegasnya.

Pembangunan fasilitas umum penting apalagi menghadapi musim hujan. Mantan Ketua Umum PB PMII itu akan benar-benar memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan gempa Lombok dengan mengatakan masalah itu langsung kepada Presiden dan pihak-pihak terkait. "Saya juga akan menyerukan kepada bangsa-bangsa di dunia agar membantu korban gempa Lombok", ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar menyatakan bangsa ini sudah mempunyai pengalaman dalam menangani korban bencana alam. "Saya pernah menjadi tim penanganan bencana tsunami di Aceh", ungkapnya. "Semua bisa ditangani dengan baik", tambahnya.

Bantuan dari luar dirasa penting namun Muhaimin Iskandar juga menekankan pentingnya masyarakat korban gempa Lombok juga menunjukkan semangat untuk bangkit. "Di sini penting juga untuk menunjukan sikap bangkit", ujarnya. "Bila yang di sini semangat maka masyarakat di luar juga akan lebih semangat untuk membantu", tambahnya.

Selepas mengunjungi korban gempa di Dusun Murpayung, Cak Imin menuju Dusun Lendang Galuh, di desa yang sama. Di dusun ini kondisinya serupa dengan yang berada di Dusun Murpayung. Di tempat ini pria asal Jombang, Jawa Timur, itu selain bertatap muka dengan para korban gempa juga memberi sumbangan.

Korban gempa tidak hanya terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Di Lombok Barat, gempa yang terjadi juga menimbulkan korban dan kerugian. Untuk itu ia mengunjungi korban gempa yang berada di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. 

Seperti di tempat sebelumnya, dirinya mengajak kepada semua untuk sabar dan tawakal dalam menghadapi bencana. Meski demikian dirinya mengajak mereka untuk bangkit. Dituturkan Allah mempunyai niat baik dalam setiap kejadian. "Setelah bencana, kita bangkit sebagai bangsa yang maju dan siap menghadapi berbagai tantangan", paparnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau