Advertorial

Seru, Masyarakat Ternate Antusias Sambut Kirab Obor Asian Para Games 2018

Kompas.com - 10/09/2018, 10:21 WIB

TERNATE – Kepercayaan menggelar kirab obor Asian Para Games 2018 dimanfaatkan dengan baik oleh Kota Ternate, Maluku Utara. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengenalkan keramahan masyarakatnya. Torch Relay Asian Para Games 2018 pun disambut meriah.

Perjalanan api Asian Para Games 2018 di Kota Ternate sangat istimewa. Karena, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional ke-53, Minggu (9/9). Di sini, api Asian Para Games 2018 sempat bersemayam di Kedaton Kesultanan Ternate, Kota Ternate.

Penyerahan api Asian Para Games dilakukan Jou Ngofa, sebutan bangsawan di Ternate, Firman Mudafar Syah, kepada Menpora Imam Nahrawi. Api kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari. 

Acara ini dihadiri Pangdam Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Naufal Yahya , Gubernur Maluku Utara, Abdulgani Kasuba, Walikota Ternate, Burhan Abdurahman dan pejabat setempat.

Api yang berasal dari Mrapen itu, dinyalakan di obor. Kemudian, dibawa kirab. Rutenya, mulai dari Kedaton Kesultanan menuju Landmark Kota Ternate.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, obor Asian Para Games dijadikan sebagai simbol persatuan dan peduli disabilitas. Dan, dia berharap semangat dan kesuksesan penyelenggaraam dan prestasi pada Asian Games XVIII bisa dilanjutkan pada Asian Para Games III.

"Berjuanglah sekuat tenaga. Ini bukan menyangkut masalah medali saja, tetapi menyangkut harkat dan martabat bangsa di forum internasional," tegasnya.

Sedangkan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari menambahkan, perjalanan awal Obor Asian Para Games 2018 resmi dimulai dari Ternate, Maluku Utara.

"Kalau di Solo, Jawa Tengah, api dinyalakan dari sumber api abadi Mrapen. Sekarang perjalanan obor api Asian Para Games III dimulai dengan arakan keliling kota Ternate. Lalu, dibawa ke Makasar, Bali, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang dan ke Jakarta tepatnya 30 September 2018 untuk pembukaan Asian Para Games III yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 6 Oktober 2018," ujarnya.

Dijelaskan Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, Asian Para Games baru pertama kali digelar di Indonesia. "Mari kita jadikan Indonesia sebagai negara peduli dan ramah terhadap kaum disabilitas," tandasnya.

Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai sambutan hangat warga Ternate terhadap kirab obor Asian Para Games 2018 harus mendapat acungan jempol.

“Ini bukti jika Ternate benar-benar siap menyambut Torch Relay Asian Para Games 2018. Ini harus ditiru daerah-daerah lain yang akan dilalui. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperlihatkan potensi daerah. Mulai dari keramahan hingga destinasi wisata. Maksimalkan dengan baik. Ternate sudah memberi standar yang bagus,” paparnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau