Advertorial

Mahasiswa Poltekpar Medan Mulai Invasi GenPI

Kompas.com - 13/09/2018, 11:04 WIB

MEDAN – Politeknik Pariwisata  (Poltekpar) Medan mulai bergerak. Para mahasiswa baru, telah mendaftarkan diri sebagai member baru Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Mereka mendaftar melalui kanal Genpi.co. Poltekpar Medan memperlihatkan totalitasnya untuk pariwisata.

Proses pendaftaran mahasiswa Poltekpar Medan sebagai anggota Genpi dilakukan Rabu (12/9). Kampus ini mengharuskan semua mahasiswanya menjadi anggota GenPI.

Menurut Pembantu Direktur III Poltekpar Medan Iwan Riadi mengatakan, proses pendaftaran dilakukan serentak.

 “Proses pendaftaran sebagai anggota GenPI sudah mulai dilakukan. Pendaftarannya dilakukan serentak. Sudah banyak nama mahasiswa yang masuk. Sebab, kami minta semua mahasiswa untuk mendaftar,” ungkap Iwan, Rabu (12/9).

Sebagai kampus pariwisata, semangat Poltekpar Medan sejalan dengan GenPI. Yaitu sama-sama memajukan pariwisata. Apalagi potensi besar tentu dimiliki oleh Poltekpar Medan. Kampus ini total memiliki 1.300 mahasiswa. Aktivitas belajar mengajar ditopang 114 karyawan dengan 43 orang diantaranya dosen. Dari total dosen, 35 nama diantaranya sudah tersertifikasi. Lalu, sisa nama lainnya masih dalam tahap pengajuan.

“Kami saat ini fokus ke pendaftaran anggota. Secara prinsip tidak ada deadline pendaftaran anggota baru. Tapi, kami berharap pendaftaran ini bisa selesai semua sebelum launching GenPI Poltekpar Medan dilakukan,” terang Iwan lagi.

Untuk menjadi member GenPI tidaklah sulit, tinggal klik genpi.co. Setelah itu, carilah kanal ‘Gabung GenPI’ pada sisi kanan atas laman. Jangan lupa isi formulir datanya secara lengkap. Lalu, klik ‘Daftar Sekarang’ atau ‘Submit’.

“Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pendaftaran member baru GenPI. Semua bagus dan mahasiswa terlihat sangat antusias,” katanya.

Ada banyak keuntungan menjadi member GenPI. Sebab, komunitas ini terkoneksi se-Indonesia. GenPI menawarkan benefit berupa creative values dan commercial values. GenPI juga memiliki space besar untuk mengeksplor kreativitas melalui content. Yaitu, artikel, foto, video, juga hasil kreativitas lainnya. Terpenting mencantumkan aspek 3A (atraksi, aksesiblitas, amenitas).

Member GenPI juga memiliki value secara ekonomi. Nantinya, Kartu Tanda Anggota (KTA) GenPI akan dibuat secara digital. Keuntungannya, pemilik KTA ini bisa menikmati beragam fasilitas diskon, games, juga lainnya. Iwan menjelaskan, ada banyak keuntungan yang didapat anggotanya. Sebab, GenPI ini jadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.

“GenPI ini sangat bagus untuk proses pembelajaran mahasiswa. Semakin mengasah kemampuan mereka secara manajerial. Tapi kita masih menunggu launching. Tanggalnya belum ditetapkan. Kami saat ini masih menunggu konfirmasi dari pengurus GenPI ini. Mereka masih mematangkan komposisi orang-orang yang diduduk dalam formatur kepengurusan,” ujar Iwan lagi.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, senang dengan respons Poltekpar Medan.

“Respons Poltekpar Medan sangat bagus. Mereka bergerak cepat. Mudah-mudahan mereka juga sigap dalam memajukan pariwisata Indonesia. Karena tenaga-tenaga militan seperti GenPI akan kita butuhkan,” paparnya.

 Apresiasi  juga diberikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

“Selamat datang kepada mahasiswa Poltekpar Medan yang bergabung sebagai anggota baru GenPI. Kami berharap, masuknya Poltekpar Medan semakin menguatkan branding dari pariwisata Indonesia,” tutupnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau