Advertorial

Menpar: Telekomunikasi Lengkapi 3A Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 15/09/2018, 09:27 WIB

JAKARTA – Di era milenial saat digital begitu mendominasi, telekomunikasi menjadi unsur yang sangat penting.  Telekomunikasi juga tak bisa dipisahkan dengan industri pariwisata Indonesia. Apalagi pariwisata sudah go digital. Telekomunikasi menjadi pelengkap Atraksi, Akses dan Amenitas (3A) yang kini terus dikembangkan.

“Dari kacamata Kemenpar, telekomunikasi adalah hal yang sangat perlu. Karena, wisatawan datang tidak hanya membeli paket (3A). Tetapi juga komunikasinya yang harganya sangat kompetitif dengan kualitas yang baik,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meluncurkan SimPATI Tourist Wonderful Indonesia di Jakarta, Kamis (13/9).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pariwisata dengan Telkomsel untuk mengembangkan starter pack serial Wonderful Indonesia. Jaringannya sudah pasti luas. Karena, Telkomsel memiliki jaringan terluas di Indonesia.  Selain itu, starter pack ini bisa mendapatkan data-data kunjungan wisatawan selama di Indonesia.

“Pengalaman akan didapat dengan menggunakan stater pack tersebut. Pertama orang lebih sensitif ke price. Telkomsel sendiri memberi harga yang cukup murah. Selama 14 hari wisatawan hanya bayar Rp100 ribu. Misalkan Anda pelanggan Telkomsel pergi keluar negeri mengaktifkan internasional roaming, selama 3 hari anda akan dikenakan biaya Rp150 ribu. Bila dihitung Value Layanan, staterpack ini setara Rp360 ribu dan hanya dijual Rp100 ribu sehingga lebih murah,” ujar Arief Yahya.

Dengan harga tersebut wisatawan akan dapat 10 GB kuota internet, 300 menit layanan suara serta 300 SMS yang dapat digunakan antar operator internasional maupun domestik. Starter pack ini memiliki masa berlaku selama 14  setelah diaktifkan.

Dengan telekomunikasi yang memadai, diharapkan Price Competitiveness di TTCI World Economic Forum (WEF) akan meningkat. Dan, membuat Wonderful Indonesia semakin berkibar.

“Bencmarknya ke China. Mereka menjual paket serupa seharga 600 ribu bila dirupiahkan. Atau 6 kali lipat lebih mahal yang kita tawarkan. Goal-nya yaitu Price Competitiveness. Sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Indonesia. Untuk itu, saya mendorong agar Telkomse jangan mengambil banyak dari joining fee (pejualan staterpack). Kalo bisa diturunkan harganya. Serta mempermudah untuk pengisiian pulsanya bagi wisatawan,” ujarnya.

Bagi Menpar Arief, staterpack SimPATI Tourist Wonderful Indonesia juga bisa memungkinkan untuk mengambil data trevellers dari berbagai sumber online, profiling dan segmentasi data traveller.

SimPATI edisi spesial ini memberikan kemudahan bagi wisman selama di Indonesia. Lebih dari 70% wisman adalah digital traveller yang selalu connected.

“Sudah pasti ini membuat profiling customer akan lebih mudah. Karena, data customer profilling itu membutuhkan narasumber. Seperti kebutuhan kuliner apa yang disuka, destinasi mana yang di suka. Sehingga masuklah advertising. Dan ini menguntungkan. Karena, pendapatan dari advertising ini lebih besar dari pendapatan dari Telekomunikasi,” ujar Menpar Arief Yahya.

Presiden Direktur Telkomsel, Ririek Adriansyah juga berharap Telkomsel bisa terus konsisten membangun jaringan hingga ke daerah pelosok. Selain itu, Telkomsel juga diharapkan meningkatkan kualitas jaringan di destinasi wisata utama di Tanah Air. Tujuannya untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan wisatawan. Apalagi bagi mereka yang aktif menggunakan layanan komunikasi dan akses internet di lokasi wisata.

“Dengan begitu, kami harap layanan Telkomsel dapat turut mendukung percepatan agenda kepariwisataan Indonesia dalam memberikan best tourist experience di Indonesia bagi wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau