Kilas

Generasi Muda Kunci Indonesia Bersih dan Sehat

Kompas.com - 19/09/2018, 09:05 WIB
Para peserta Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 yang diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 13 - 15 September 2018  di Lapangan Rampal, Malang. Dok. Kemenko PMKPara peserta Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 yang diselenggarakan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 13 - 15 September 2018 di Lapangan Rampal, Malang.


MALANG, KOMPAS.com –
Permasalahan sampah yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia menjadi sebuah tantangan yang harus bisa dijawab dan diselesaikan oleh generasi muda melalui peningkatan kesehatan dan kebersihan.

“Generasi milenial harus menjadi pionir penyelesaian masalah sampah sehingga Indonesia dapat terbebas dari sampah dan masyarakatnya dapat hidup dengan bersih dan sehat,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nyoman Shuida di acara Jambore Indonesia Bersih dan Bebas dari Sampah 2018 di Malang, Kamis (13/9/2018).

Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 yang diselenggarakan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Inpres Nomor 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Melalui jambore ini, maka generasi muda didorong untuk semakin mengenal, memahami, dan juga menerapkan Gerakan Indonesia Bersih sehingga perubahan pola pikir dan solusi kreatif pengelolaan sampah dapat diwujudkan,” ungkap Nyoman.

Jambore yang dilaksanakan sejak tanggal 13 hingga 15 September 2018 lalu di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur ini bertujuan sebagai wadah penyampaian informasi, ide, gagasan, solusi, dan diskusi dalam rangka menjawab tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.

Tujuan tersebut diwujudkan dalam talkshow  yang membahas tentang pengelolaan bank sampah binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia oleh para praktisi bidang bank sampah Malang dan Universitas Brawijaya.

Nyoman juga mengapresiasi jambore ini dan berharap generasi muda dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah untuk mencegah timbulnya penyakit.

“Saya berharap pemikiran kreatif pengelolaan sampah dapat muncul dari generasi muda kita sehingga sampah dapat dikelola dengan baik bahkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Nyoman.

Baca tentang
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.