Advertorial

Teknologi AI yang Mengubah Perspektif Fotografi pada Smartphone

Kompas.com - 20/09/2018, 18:24 WIB

Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin menunjukkan kemampuannya untuk mempermudah aktivitas manusia. Tahun 2017 merupakan tonggak sejarah dimana AI untuk pertama kalinya disematkan pada smartphone. Semakin cerdas, smartphone kini juga memiliki kemampuan untuk memahami penggunanya.

Tak ketinggalan, sektor kamera pada smartphone pun turut merasakan kecerdasan dan adaptabilitas teknologi ini. Selain untuk memberikan user experience yang sesuai bagi penggunanya, AI pada kamera mampu menghasilkan foto yang maksimal. Sifat machine learning yang dimilikinya pun membuat hasil jepretan semakin baik jika kian sering digunakan.

Bagian punggung nova 3i varian iris purple berhias gradasi warna biru-ungu yang menarik. (KOMPAS.com  / OIK YUSUF)- Bagian punggung nova 3i varian iris purple berhias gradasi warna biru-ungu yang menarik. (KOMPAS.com / OIK YUSUF)

Pada dasarnya, AI menggunakan algoritma untuk menggantikan pengolahan gambar secara optik. Dengan kata lain, ia mampu menerapkan pengaturan terbaik secara otomatis untuk suatu objek gambar. Tidak seperti ketika mengambil foto selfie dengan filter yang diterapkan tanpa pandang bulu, AI mampu menonjolkan fitur terbaik dan menyembunyikan ketidaksempurnaan sesuai dengan karakter wajah bahkan warna kulit setiap orang.

Salah satu produsen yang menjadi pionir dalam kamera smartphone berteknologi AI adalah Huawei. Perangkat pertamanya yang menikmati teknologi ini adalah Huawei Mate 10 yang dirilis pada Oktober 2017 lalu. Jejak ini diikuti oleh seri lainnya, seperti Huawei P20 yang sukses meraih gelar kamera terbaik, serta rangkaian Huawei nova yang stylish.

Teknologi AI pada Huawei pun terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Sebagai amunisi terbarunya, Huawei nova 3i telah memiliki inovasi Master AI yang mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi visual dari objek yang yang tertangkap kamera.

Contoh hasil jepretan kamera belakang nova3i dengan AI. Kamera langsung mengidentifikasi objek dan menerapkan pengaturan yang paling sesuai. (KOMPAS.com / OIK YUSUF)- Contoh hasil jepretan kamera belakang nova3i dengan AI. Kamera langsung mengidentifikasi objek dan menerapkan pengaturan yang paling sesuai. (KOMPAS.com / OIK YUSUF)

Huawei menempuh langkah ekstra dalam meramu kamera nova 3i. Tak hanya dibekali empat kamera, 24MP dan 2MP di depan serta 16MP dan 2MP di belakang, lensanya pun mampu menampilkan pratinjau mode HDR secara real-time. Ada pula lima mode pencahayaan yang didukung di dalamnya, yaitu pencahayaan lembut, pencahayaan kupu-kupu, pencahayaan panggung, pencahayaan terpisah, dan pencahayaan klasik.

Selain itu, Master AI yang ada pada Huawei nova 3i mampu memetakan lima fitur wajah subyek foto secara akurat untuk mengembangkan model tiga dimensi. Model inilah yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi pencahayaan dan melakukan beautification yang sesuai. Lebih jauh, kameranya mampu mengenali lebih dari 200 skenario dari delapan kategori, di antaranya mode Blue Sky, Plant, dan Beach.

Tak heran jika Master AI milik Huawei disebut-sebut sebagai teknologi terbaik di kelasnya. Bertindak sebagai ‘photography mastermind’, ia mampu mengenali 500 skenario dan memilahnya ke dalam 22 kategori yang berbeda untuk melakukan optimalisasi pada setiap objeknya. Hasilnya bukan hanya selfie yang lebih sempurna, namun juga foto objek dan pemandangan yang lebih tajam dan artistik, bahkan untuk seorang amatir.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau