kabar mpr

Kunjungi Pabrik Sritex Sukoharjo, Ketua MPR Dukung Industri Nasional Mendunia

Kompas.com - 22/09/2018, 20:51 WIB

Sukoharjo- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendukung industri nasional mendunia.  Hal tersebut dikatakannya saat berkunjung ke pabrik garmen terbesar di Asia Tenggara PT. Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (22/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Zulhasan mengapresiasi prestasi Sritex sebuah industri lokal yang mampu berlaga di pasar dunia dan dipercaya memproduksi seragam militer sekitar 31 negara termasuk seragam standar untuk negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Saya kagum pada sejarah pabrik ini, yang asalnya dulu hanya sebuah toko tekstil kecil di pasar Klewer dan saat ini menjelma menjadi pabrik raksasa yang mendunia dan mampu menyerap 50 ribu tenaga kerja.  Itu kebanggaan sendiri melihat industri lokal mampu mendunia, saya apresiasi dan mendukung untuk terus berprestasi menghasilkan produk yang mendunia sehingga lebih berkembang dan lebih besar lagi," katanya.

Ditegaskan Zulhasan, Indonesia membutuhkan perusahaan-perusahaan lokal seperti Sritex yang pasaran ekspornya sangat besar dan mampu menyerap tenaga kerja yang juga besar sehingga membuka lapangan kerja besar.

"Kami datang ke perusahaan ini sebagai bentuk dukungan dan mudah-mudahan menjadi contoh baik buat pengusaha-pengusaha lokal lain di berbagai daerah di Indonesia untuk lebih semangat lagi dan pada akhirnya mampu berkembang dan menjadi besar demi kemajuan Indonesia," tandasnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau