Kilas

Sah, Semarang Bantu Batang, Klaten dan Rembang Bangun Smart Government

Kompas.com - 26/09/2018, 00:29 WIB
Wali Kota Semarang menyampaikan sambutan usai penandatanganan MoU dan perjanjian kerjasama Smart City bersama Bupati Bupati Batang dan Bupati Klaten, Selasa (25/9/2019), di Balaikota Semarang. Dok Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang menyampaikan sambutan usai penandatanganan MoU dan perjanjian kerjasama Smart City bersama Bupati Bupati Batang dan Bupati Klaten, Selasa (25/9/2019), di Balaikota Semarang.


KOMPAS.com
- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang jalin kerja sama juga dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Rembang dalam mengembangkan Smart Government. 

Melalui kerja sama tersebut nantinya seluruh daerah yang bekerja sama dengan Pemkot Semarang dapat menduplikasi 477 sistem serta aplikasi yang telah digunakan di Kota Semarang.

Bertempat di ruang Lokarida, Balai Kota Semarang, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan jika penerapan Smart Government dapat menjadi solusi pengurangan jumlah PNS yang cukup banyak setiap tahunnya pada masing-masing Pemerintah Daerah di Jawa Tengah.

"Hari ini saya bukan bermaksud menggurui, tetapi di Pemkot Semarang konsep itu telah terbukti mampu mengefisiensi pola kerja menjadi lebih efektif," tutur Wali Kota yang biasa disapa Hendi tersebut, Selasa (25/9/2018).

Untuk itu, pria yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut meminta agar sistemasi kerja  melalui Smart Government harus dibangun supaya situasinya tidak menyulitkan pemerintah daerah.

Hendi juga mengungkapkan jika Pemerintah Kota Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang paling awal merintis konsep Smart City di daerahnya, yaitu pada 2013.

Maka dari itu, ia mengklaim wajar jika saat ini hampir semua urusan di Pemkot Semarang telah memiliki sistem dan aplikasi yang mempermudah kerja masing-masing organisasi perangkat daerah.

Untuk itulah, dirinya mengharapkan 477 sistem serta aplikasi yang sudah dibuat oleh Pemkot Semarang tersebut dapat langsung diduplikasi oleh daerah-daerah lainnya, sehingga tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mewujudkan Smart Government.

Di sisi lain, Bupati Batang Wihaji yang hadir langsung dalam kesempatan tersebut mengungkapkan terang-terangan ingin mencontoh Kota Semarang.

"Saya ini selalu mengamati Mas Hendi dan mengamati Kota Semarang, kemajuannya luar biasa. Jadi hari ini saya ajak seluruh Kepala Dinas dan Camat di Batang, bedol desa khusus untuk belajar dengan Kota Semarang," tutur Wihaji.

Senada dengan itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Wali Kota Hendi dalam membangun Kota Semarang dari tertinggal menjadi besar.

Menurutnya Kota Semarang merupakan contoh nyata yang bisa ditiru oleh daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Salah satunya adalah kemandirian Smart City Kota Semarang.

"Kami apresiasi Mas Hendi dan Organisasi Perangkat Desa (OPD) terkait dalam pembangunan Smart City. Semoga kapubaten kami dapat cepat mengadopsi smart city Kota Semarang," tegasnya.

Sebagai informasi, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terus bergerak untuk membantu sejumlah daerah di Jawa Tengah supaya dapat menjadi Smart City dan Smart Regency.

Selain bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Rembang, sebelumnya Pemkot Semarang juga melakukan perjanjian kerja sama pembangunan Smart Government dengan Pemerintah Kabupten Magelang.

Baca tentang