Info BRI

Dirut BRI dan Menteri BUMN Serahkan Bantuan dan KUR untuk Petani Melon di Lamongan

Kompas.com - 27/09/2018, 19:20 WIB

Upaya untuk menjadi sebagai agent of development di tanah air terus dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kali ini dengan memberikan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dan menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kepada para petani melon di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten  Lamongan, Jawa Timur.

Bantuan dan KUR diserahkan oleh Direktur Utama Bank BRI Suprajarto, Direktur Mikro dan Kecil Bank BRI Priyastomo, dan Menteri BUMN Rini Soemarno kepada para petani, Kamis (27/9/2018).

“Pemberian KUR dan penyerahan bantuan CSR ini merupakan komitmen kami untuk turut memberdayakan ekonomi masyarakat. Melalui pinjaman KUR BRI yang telah diberikan, diharapkan dapat meningkatkan skala usaha sehingga produktivitas meningkat dan memberikan multiplier effect untuk petani melon di Lamongan, kabupaten yang dikenal sebagai sentra melon,” ungkap Suprajarto.

Seremoni penyerahan KUR dan bantuan CSR kemudian dilanjutkan dengan panen melon bersama yang dilakukan di kebun milik Qamaruzzaman (30). Pria yang akrab disapa Qomar ini merupakan salah satu petani melon penyandang disabilitas yang sukses mengembangkan usahanya dengan pinjaman KUR BRI.

Qomar menekuni budidaya melon sejak lima tahun lalu. Mengelola tanah seluas 5.000 meter persegi, ia memiliki 5.000 tanaman melon yang menghasilkan rata-rata sebanyak 6-8 ton buah melon setiap panen. Harga jualnya lebih kurang Rp 8.500 per kilogram, sehingga hasil yang diperolehnya setiap panen berkisar di angka Rp 51-68 juta. 

- -

“Ini merupakan dukungan bagi para petani difabel dimana keterbatasan fisik yang dimiliki Pak Qamaruzzaman tidak membuat ia patah semangat. Ini patut diapresiasi. Tekad dan kemauan yang kuat dalam mengelola kebun melonnya sukses membuahkan hasil. Terima kasih juga kepada Bank BRI yang sudah membantu akses pendanaan melalui program KUR,” ungkap Rini Soemarno di tengah kegiatan panen melon.

Rini mengungkapkan bahwa dirinya terus mendorong perusahaan perbankan yang merupakan BUMN agar tidak hanya dapat mendukung petani dalam akses pendanaan tetapi juga dalam hal pemberdayaan dan bantuan fasilitas pendukung usaha petani. “Ini supaya kesinambungan tetap terjaga dan petani di sini bisa sejahtera,” jelas Rini.

- -

KUR BRI dengan total sebesar Rp 300 juta diberikan secara simbolis kepada empat nasabah. KUR Ritel masing-masing sebesar Rp 150 juta dan Rp 110 juta diberikan kepada dua nasabah. Sementara dua nasabah lainnya menerima KUR Mikro masing-masing Rp 25 juta dan 15 juta.

Adapun bantuan CSR diberikan dalam bentuk satu unit cultivator rotating atau mesin pengolah tanah untuk Qomar, satu hand cultivator untuk Kelompok Tani Barokah, dan tiga Green House untuk masing-masing untuk Kelompok Tani Mulya Makmur, Sri Sadono, dan Kelompok Tani Trubus Subur.

Bank BRI mencatat, hingga Agustus 2018 penyaluran KUR untuk Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar Rp 10,03 triliun dari total penyaluran KUR seluruh Indonesia sebesar Rp 60,09 triliun. Sebesar Rp 463,59 miliar disalurkan ke Kabupaten Lamongan. Khusus untuk sektor pertanian di Provinsi Jawa Timur, penyalurannya mencapai Rp 2,43 triliun di mana sebesar Rp 100,59 miliar disalurkan ke Kabupaten Lamongan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau