Advertorial

Inilah Cerita Atlit Muda Meniti Asa dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis Kudus

Kompas.com - 28/09/2018, 18:35 WIB

Setelah berlangsung di tujuh kota, perjalanan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis akhirnya sampai di kota Kudus. Kota yang dikenal sebagai kota santri ini mengakhiri rangkaian audisi umum di delapan kota sepanjang tahun 2018.

Tahun ini, audisi umum dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10), U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun).

Antusiasme para atlet muda untuk mengikuti audisi umum di Kudus juga kian meningkat. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah peserta dari 704 atlet muda di tahun 2017 menjadi 1073 atlet muda tahun ini. Para peserta sendiri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Meulaboh di Aceh hingga dari Mimika, Papua. Dari audisi yang digelar pada tanggal 4-6 September 2018 ini, 38 atlet muda berhasil terpilih untuk maju ke tahap final yang berlangsung di markas PB Djarum, Gor Jati Kudus.

Tidak hanya menyisakan momen pertandingan seru, ajang audisi beasiswa bulutangkis Djarum juga menyimpan beragam cerita inspiratif mengenai ketekunan, semangat pantang menyerah serta perjuangan dalam menggapai mimpi.

Kisah pertama datang dari Rehan Firmansyah, peserta dari kategori U-13 Putra. Jarak seolah tidak menjadi penghalang bagi Rehan untuk mencapai mimpinya.

Berbekal uang tabungan dari hasil bertani madu dan tomat, Rehan bersama ayahnya menempuh perjalanan panjang dari Bengkayang, sebuah desa transmigrasi di perbatasan Kalimantan Barat, Indonesia dan Serawak, Malaysia, untuk mengikuti audisi umum ini.

Sesampainya di Kudus, mereka memilih penginapan sederhana sebagai tempat beristirahat selama audisi berlangsung. Mereka pun memilih berjalan kaki dari penginapan menuju Gor Jati, Kudus.

Tidak kenal lelah, Rehan berupaya untuk meningkatkan kemampuannya. Ia tetap menyempatkan diri berlatih bersama sang ayah di sela audisi.

Dalam bertanding pun, Rehan berupaya menunjukkan semangat dan skill yang ia miliki. Ia berhasil memenangkan pertandingan pertama saat melawan Damar Onggor Salomon. Namun, ia harus mengakui keunggulan lawannya, Sahrul Elian Saputra, pada turnamen kedua.

Meskipun mengalami kekalahan, Rehan tidak berputus asa. Ia pun akan terus berusaha memperbaiki kekurangannya dalam segi fisik dan kemampuan backhand serta meningkatkan kemampuannya agar bisa kembali berpartisipasi dalam audisi ini.

- -

Bagi para atlit muda, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis adalah salah satu cara yang ditempuh untuk meningkatkan karir atlitnya di bidang olahraga bulutangkis. Hal ini pula yang dipilih Meylissa Dwi Aulia, atlet dari kategori U15 asal Pati.

Tahun ini merupakan tahun penentuan baginya, mengingat usianya sudah mendekati lima belas tahun. Seperti yang diketahui, kategori Usia 15 Tahun merupakan kategori usia batas tertinggi dan audisi tahun ini merupakan kesempatan terakhir baginya.

Semangat pantang menyerah ditunjukkan Meylissa dalam setiap audisi yang diikuti. Gagal dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis Solo Raya bukan menjadi penghambatnya dalam menggapai mimpi. Diantar sang ayah, atlet kelas dua SMP Negeri 2 Pati ini berjuang agar dapat memperoleh supertiket final di Kudus.

Diiringi doa dan dukungan dari orangtua, Meylissa mengerahkan segala kemampuannya untuk memenangkan seluruh turnamen dalam audisi. Dalam pertandingan pertama, ia berhasil mengalahkan Novita Naila Maftukhah asal Rembang dengan skor 21 : 10 Dan 21 : 14.

Pada pertandingan kedua, Meylissa pun kembali menunjukkan penampilan terbaiknya dengan menumbangkan wakil dari tuan rumah, Azizah Berliana Mustadinata. Meylisa berhasil memenangkan dua game dengan skor  21 : 10 dan 21 : 7.

Perjuangan Meylissa pun berbuah manis. Ia pun berhak mendapatkan Supertiket untuk bertanding pada tahap Final di Kudus.

Atlit muda lain yang juga menunjukkan kegigihannya selama audisi adalah Charlieta Aline Sumarko, Peserta U-11 Putri Asal Semarang.

Gadis yang akrab disapa Aline ini berhasil memenangkan turnamen awal saat melawan Nazwa Hafizarahma asal Barito Kuala. Namun, Aline terpaksa menelan pil kekalahan saat berhadapan dengan Dewi Rahma Maulinda.

Hanya saja, perjuangan Aline tidak sia-sia. Meskipun kalah dalam pertandingan kedua, penampilan Aline selama audisi pun mencuri perhatian para tim pencari bakat. Kemampuan dan semangat juang yang ia tunjukkan berhasil menghantarkannya menuju Final Audisi Kudus lewat Supertiket pilihan.

Ingin menyaksikan sendiri perjuangan Rehan, Aline, Meylissa dan ratusan atlet muda lain di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis Kudus? Atau ingin merasakan keseruan jalannya turnamen selama audisi di Gor Jati Kudus? Saksikan program Kita Bisa di Kompas TV.

Informasi mengenai Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis dapat Anda lihat di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau