Kilas

Puan Ajak Global Perkuat Kolaborasi Perangi Penyakit Tidak Menular

Kompas.com - 28/09/2018, 18:40 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pembanguan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani selaku Head of Delegation Indonesia di acara High Level Week United Nations General Assembly ke-73 mengatakan, pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius pada penyakit tidak menular.

Hal ini karena sudah lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit tersebut. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan langkah strategis untuk mencegah dan mengendalikannya.

Seperti dalam rilis yang Kompas.com terima, Jumat (28/9/2018), Puan menyampaikan pernyataan itu pada kegiatan Plenary High-Level Meeting on Non-Communicable Diseases di New York, Amerika Serikat, Kamis (27/9/2018).

Beberapa langkah yang bisa diambil pemerintah dalam memberantas penyakit tidak menular di antaranya dengan melakukan promosi kesehatan dalam pengurangan faktor-faktor risiko penyakit tidak menular, penguatan sistem layanan kesehatan, dan pengawasan, evaluasi, serta penelitian.

Sebelumnya pada 2017, Pemerintah Indonesia pun telah meluncurkan gerakan nasional yang dikenal sebagai Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Gerakan ini bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik, hidup sehat, serta pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Selain itu, dilakukan pula penetapan kebijakan di bidang kesehatan melalui Standar Layanan Minimum. Misalnya seperti layanan kesehatan untuk diabetes mellitus dan hipertensi serta layanan untuk ibu hamil, bayi dan balita.

Kebijakan untuk menampilkan informasi kandungan gizi makanan olahan dan siap saji juga akan dilakukan untuk memajukan gaya hidup sehat masyarakat. Lebih lanjut, pemerintah sedang pula mengkaji untuk penerapan cukai pada penggunaan gula dalam produk makanan.

Dalam pertemuan pleno tingkat tinggi ini, Menko PMK mengajak seluruh negara yang hadir untuk memperkuat kolaborasi global.

Kolaborasi ini diperlukan untuk  menghadapi industri makanan dan tembakau, penguatan pola hidup sehat di tengah masyarakat, pengembangan obat baru yang lebih efektif dan terjangkau, peningkatan kapasitas pekerja kesehatan, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman penanganan risiko penyakit.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi yang lebih baik dengan aktor-aktor non-negara dan masyarakat sipil untuk memerangi penyakit tidak menular,” kata Menko PMK.

Menko PMK berharap target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030 untuk menurunkan sepertiga kematian dini karena Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat tercapai.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau