Kilas

Gubernur Olly Ungkap Potensi Besar Kaum Bapa di Gereja Untuk Indonesia

Kompas.com - 29/09/2018, 22:53 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjadi pemateri pada seminar Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) di Minahasa Utara, Jumat (28/9/2018). DOK Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi UtaraGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjadi pemateri pada seminar Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) di Minahasa Utara, Jumat (28/9/2018).

KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan potensi kaum bapa dalam gereja begitu besar. Ini karena jumlah mereka sama dengan jumlah rumah tangga Kristen di Indonesia.

Olly mengatakan itu saat menjadi pemateri pada seminar Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) bertemakan “Pria Kaum Bapa Gereja Yang Misioner” di Minahasa Utara, Jumat (28/9/2018).

Dalam rilis yang Kompas.com terima, Sabtu (29/9/2018), Gubernur Olly yang juga Ketua terpilih FK-PKB PGI 2018-2023 menyatakan, kaum bapa adalah kepala rumah tangga sehingga berkewajiban memimpin serta membina anggota keluarganya.

“Sebagian besar anggota majelis jemaat adalah kaum bapa sehingga kebijakan dan program jemaat banyak diwarnai oleh pemikiran kaum bapa," kata Olly.

Untuk itu, lanjut Ollyy, seorang kepala rumah tangga, kaum bapa dituntut mampu menciptakan keluarga yang harmonis, takut akan Tuhan dan jauh dari tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Lebih dari itu, mereka harus pula mampu menjadi figur teladan positif bagi keluarga. Lalu mendorong dan memfasilitasi anak untuk terus meningkatkan pengetahuan yang dimiliki baik melalui pendidikan formal maupun nonformal sehingga makin berdaya saing.

Tak hanya itu, Olly mengatakan, pria kaum bapa yang misioner juga harus mampu mengaktualisasikan peran sebagai kepala rumah tangga. Baik dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, dunia kerja atau profesi, serta bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat artinya pria kaum bapa harus menjadi motor dalam melebarkan pelayanan jemaat. Pelayanan yang tidak lagi dibatasi oleh tembok gereja, tetapi meluas dan menyentuh masyarakat sekitar.

Untuk itu, mereka harus membuang jauh sifat apatisme dalam persekutuan berjemaat dan lingkungan masyarakat serta menciptakan lingkungan sehat.

Adapun dalam dunia kerja atau profesi yang diemban serta bagi pembangunan daerah dan bangsa, pria kaum bapa diharapkan menjadi pelopor kehidupan yang rukun dan damai.

Kemudian mereka juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, serta kapasitas dan kualitas potensi diri. Lalu, berani berwirausaha dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta menjaga integritas serta profesionalismenya.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjadi pemateri pada seminar Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) di Minahasa Utara, Jumat (28/9/2018).DOK Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjadi pemateri pada seminar Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) di Minahasa Utara, Jumat (28/9/2018).

Dalam seminar tersebut, Olly tak lupa pula menerangkan Visi FK-PKB PGI, yaitu menghasilkan gagasan-gagasan dan program program aktual. Semua ini untuk mengoptimalkan peran kaum bapa dalam membina iman anggota keluarganya, serta aktif dalam kegiatan gereja dan di masyarakat.

Adapun misi FK-PKB PGI adalah sebagai berikut. Pertama, memotivasi para pimpinan gereja untuk membentuk dan mengaktifkan organisasi pria kaum bapa di setiap gereja anggota PGI mulai dari tingkat sinode sampai ke tingkat jemaat.

Kedua, menyadarkan pria kaum bapa akan tugas, fungsi dan perannya dalam keluarga, gereja dan masyarakat menurut firman Tuhan. Ketiga, memperlengkapi mereka dengan pemahaman iman, pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas, fungsi serta perannya secara optimal.

Adapun untuk mewujudkan visi dan misi FK-PKB PGI itu, Olly membeberkan sejumlah strategi antara lain sebagai berikut. Pertama, dengan merumuskan pokok pokok pemikiran yang terbaru bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Kedua, merumuskan pokok-pokok program FK-PKB periode 2018-2023. Ketiga, merumuskan program tahunan FK-PKB melalui Konsultasi Nasional setiap tahun.

Keempat, menyusun jadwal pelaksanaan dan sistem pembiayaan program tiap tahun. Kelima, mengevaluasi bersama capaian program setiap akhir tahun dan terakhir menyusun program kerja baru.

Sebagai informasi, selain Gubernur Olly, seminar tersebut dihadiri pula oleh Ketua FK-PKB PGI 2013-2018 Roy Roring, Ketua-ketua Sinode, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilaya (PGIW), Sinoded Am Gereja (SAG) dan pengurus FK-PKB PGI.

Baca tentang