Advertorial

Resmi Meluncur, Pasar Van Der Capellen Hadirkan Suasana Tempo Doeloe

Kompas.com - 03/10/2018, 15:16 WIB

BATUSANGKAR – Destinasi digital baru, Pasar Van Der Capellen, resmi meluncur, Minggu (30/9). Destinasi ini menghadirkan suasana tempo doeloe.

Pasar Van Der Capellen berada di kawasan Benteng Van der Capellen, Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Destinasi digital besutan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Tanah Datar ini sangat instagramable dan kekinian.

Salah satu yang menjadi daya tarik destinasi ini adalah kehadiran suasana masa lampau. Suasana ini dihadirkan di salah satu spot. Dimana terdapat dinding dari anyaman bambu khas tempo doeloe.

Kesan klasik semakin kuat dengan aksesoris berupa topi dan deretan foto hitam putih. Spot ini sangat pas jika kita berfoto dengan kebaya. Benar-benar menggambarkan suasana masa lampau.

 Suasana Pasar Van Der Capellen semakin keren dengan berbagai kuliner asli Tanah Datar. Selain itu, ada juga pertunjukan seni dan budaya anak nagari Minangkabau.

“Makanan yang dijual pada pasar Vander Capellen di antaranya, adalah Lamang Tapai, Nasi Padeh Simabua, Bika, Kue Talam, Karupuak Lado, Karupuak Pitalah, Katupek Pitalah, Niro Talua, Rendang Telur,” jelas Ketua GenPI Tanah Datar Hijrah Adi Sukrial.

Pria yang juga Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Sumbar ini mengatakan, salah satu keunikan destinasi ini adalah saat transaksi belanja. Transaksi menggunakan koin khusus. Untuk mendapatkannya, pengunjung bisa menuju posko penukaran koin. Nilai 1 koin adalah Rp 2.500.

Pasar Van Der Capellen sendiri diresmikan Sekretaris Daerah Tanah Datar Hardiman. Dalam sambutannya, Hardiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GenPI dan Dinas Parpora.

“Ini adalah salah satu usaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Parpora Kabupaten Tanah Datar, Abdul Hakim, mengatakan destinasi ini diadakan setiap hari Minggu. Mulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00.

"Pasar Van der Capellen akan menjadi destinasi baru bagi wisatawan. setelah atau sebelum berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung, wisatawan akan singgah ke Pasar Van der Capellen. Begitu juga kepada tamu yang menginap di Hotel Emersia akan berkunjung ke Pasar Vander Capelllen," harap Abdul Hakim.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, mendukung penuh meluncurnya Destinasi Digital Pasar Van der Capellen.

“GenPI memang dituntut untuk terus melakukan inovasi. Agar bisa tetap aktif dan eksis. Salah satunya melalui destinasi digital,” kata Don Kardono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan destinasi digital bukan hanya harus berdiri. Tetapi juga harus sustain. Untuk itu, ada persyaratan yang harus dipenuhi.

“Syarat utama membangun destinasi baru ini, adalah harus layak foto atau fotogenik. Ciptakan 1.001 spot foto yang melahirkan banyak impressions. Ketika orang berdiri di sana, 360 derajat plus atas, plus bawah, penuh dengan objek foto,” katanya.

Menpar pun kerap menyuarakn destinasi digitak dalam banyak kesempatan.

“Di banyak forum, saya sering mempresentasikan Destinasi Digital! Sebuah destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial, dan nge-hits di Instagram. Kids Zaman Now sering menyebut diferensiasi produk destinasi baru ini dengan istilah: “Instagramable.”

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau