Pasca Disidak Hendi, Pasar Srondol Kembali Bergeliat - Kompas.com
Advertorial

Pasca Disidak Hendi, Pasar Srondol Kembali Bergeliat

Kompas.com - 03/10/2018, 19:03 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melihat-lihat batik di salah satu kios batik yang ada di Pasar Srondol, SelasaDOK Humas Pemerintah Kota Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melihat-lihat batik di salah satu kios batik yang ada di Pasar Srondol, Selasa


KOMPAS.com
- Pasca Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan sidak ke Pasar Srondol  Selasa (21/8/2018), kini pasar yang terletak di Kecamatan Banyumanik tersebut mulai bergeliat setelah sebelumnya dikeluhkan sepi pengunjung.

Sesuai janji Wali Kota Hendrar Prihadi kepada para pedagang Pasar Srondol, sejumlah kegiatan pun mulai diinisiasi untuk menarik pengunjung berbelanja di 28 kios Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di pasar tersebut.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi mengaku Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang akan mengadakan berbagai agenda yang akan diadakan di Pasar Srondol di bulan Oktober 2018 ini.

BACA JUGADilapori Lewat Instagram, Wali Kota Hendi Sidak Pasar Srondol

"Ada beberapa kegiatan yang akan diinisiasi untuk menarik pengunjung, misalnya membatik bersama, pelatihan jamu, pelatihan merajut, pelatihan sulampita, workshop batik malam dingin, kelas memasak, sulam pita melayu, dan pembuatan tas sederhana," jelas Hendi.

"Acaranya sendiri sengaja juga diadakan pada tanggal-tanggal terpisah agar ramainya bisa terus, tidak hanya satu dua hari saja," lanjut dia. 

Pasar Srondol sendiri memang direvitalisasi pada 2017 untuk menjadi pasar khusus UMKM Kota Semarang. Revalitasi ini  merupakan bagian dari upaya Hendi mengembangkan sektor pariwisata di Kota Semarang.

Sebagai informasi, di Pasar Srondol pengunjung bisa mendapatkan berbagai macam produk kerajinan tangan seperti kain batik, baju batik, tas batik, tas-tas unik dengan beraneka motif kain, souvenir-souvenir, dan pernak-pernik lainnya.

Di pasar ini juga tersedia berbagai kios pusat oleh-oleh yang menjual beraneka ragam makanan khas salah satunya bandeng presto.

BACA JUGADekranasda Semarang Sukses Jadikan UMKM Penyangga Ekonomi Kerakyatan

Produk-produk yang dijual di pasar ini memiliki kualitas yang terjamin dengan harga yang terjangkau. Selain menyediakan kios-kios UMKM, Pasar Srondol juga menyediakan fasilitas kafe dan coworking space untuk masyarakat yang dapat digunakan secara gratis.

Detail acara di Pasar Srondol

Dalam rilis yang Kompas.com terima, Rabu (3/10/2018), detail kegiatan yang akan berlangsung di Pasar Srondol sendiri sudah dimulai dari Selasa (2/10/2018). Kegiatan yang ada di hari itu adalah membatik bersama.

Adapun untuk pelatihan jamu diadakan setiap hari Senin 8, 15, 22 Oktober 2018. Dibuka gratis untuk masyarakat umum dan dimulai dari pukul 08.00 - 13.00 WIB.

Selain pelatihan jamu, pada kegiataan tersebut dipaparkan pula materi tentang pengenalan jamu dan potensi bisnisnya.

Sementara itu, pada Selasa 9, 16, 23 Oktober 2018 diadakan pelatihan sulampita. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB diadakan di Pelataran Pasar Srondol. Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini bisa menghubungi di nomori 085741235861.

Pada Selasa (9/10/2018) juga ada pelatihan sulam pita melayu (mawar) untuk masyarakat umum. Pelatihan ini dikenai biaya kontribusi sebesar Rp 50.000 dengan mendapat fasilitas snack dan paket sulam.

Setiap Rabu dan Sabtu (10, 17, 24 Oktober 2018) pukul 08.00 WIB diadakan pelatihan merajut untuk pemula dan ahli. Pelatihan ini tidak dipungut biaya dan bahan baku bisa dibeli sendiri di koperasi.

Pada Sabtu (13/10/2018) ada workshop batik malam dingin. Acara ini dibuka untuk masyarakat umum dengan kontribusi pelatihan sebesar Rp 50.000.

Dengan uang sebesar itu, peserta akan mendapatkan fasilitas antara lain alat kerudung, snack, dan makan siang. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor 087777702866.

Kemudian pada Selasa (16/10/2018) ada pelatihan pembuatan tas sederhana. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum dengan biaya kontribusi pelatihan sebesar Rp 50.000. Peserta sudah mendapatkan snack dan paket tas.

Lalu, pada Sabtu (20/10/2018), ada pelatihan memasak “hands on cooking class” untuk masyarakat umum. Pelatihan ini dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp 50.000.

Dengan membayar sejumlah itu, peserta akan mendapatkan fasilitas berupa makan siang, goodybag, dan hasil dari pelatihan boleh dibawa pulang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: