kabar mpr

Satu Truck Kebutuhan Darurat Dan Ratusan Juta, Disalurkan MPR Kepada Korban Gempa Dan Tsunami Palu-Donggala-Sigi

Kompas.com - 03/10/2018, 19:11 WIB

Truck besar berwarna biru berpadu kuning itu terlihat tertutup terpal. Di sisi kiri, kanan, dan depan truck terpasang banner bertuliskan 'MPR Peduli Gempa dan Tsunami Palu-Donggala'. Kedatangan truck di bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, itu seiring dengan ketibaan Ketua MPR Zulkifli Hasan di Palu, 3 Oktober 2018. Kedatangan Zulkifli Hasan ke sana untuk menyalurkan bantuan.

Truck itu menurut Zulkifli Hasan berisi tenda, selimut, makanan, minuman, dan kebutuhan mendesak masyarakat lainnya. Bantuan yang diberikan kepada korban gempa dan tsunami Palu-Donggala-Sigi menurut Zulkifli Hasan tak hanya barang yang dibutuhkan dalam situasi darurat. Diungkapkan MPR juga menyumbang uang tunai. Dirinci, dirinya menyumbang uang sebesar Rp200 juta, klub motor yang dibina menyumbang Rp36,8 juta, dan Korpri MPR Rp12,1 juta. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada tokoh masyarakat Sulawesi Tengah, Pak Oscar. Atas bantuan yang diterimanya, Pak Oscar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh MPR. "Mudah-mudahan MPR mendapat balasan dari Allah", tuturnya.

Semua sumbangan yang diberikan menurut Zulkifli Hasan bukti dirinya mengajak semua orang untuk saling mengasihi, mendukung, dan membantu bagi yang tertimpa musibah. "Mari kita bantu mereka dengan ikhlas", ajaknya. "Mari bersatu untuk mereka yang perlu ditolong", ujarnya. Apa yang terjadi di Sulawesi Tengah bahkan sampai di beberapa daerah di Sulawesi Barat itu diharap dijadikan momentum untuk bersatu bagi masyarakat untuk bersama dan berbagi.

Dalam kunjungan ke titik-titik gempa, Zulkifli Hasan merasa trenyuh dan sedih melihat ada kampung yang ambles akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu. Bencana yang demikian menurutnya bentuk ketidakberdayaan manusia. "Inalillahi wa'inalillahi rojiun", dirinya melafalkan doa. Ia mengajak kepada semua untuk mendoakan kepada korban yang meninggal dunia. "Semoga yang meninggal diterima di sisi Allah", doa mantan Menteri Kehutanan itu. "Semoga kesalahannya diampuni oleh Allah", tambahnya. Dirinya juga berharap warga yang ada di Palu, Donggala, dan Sigi diberi kekuatan, pertolongan, dan perlindungan oleh Allah.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau