Advertorial

Kunjungan Wisman ke Sulawesi Utara Pecahkan Rekor Tertinggi

Kompas.com - 08/10/2018, 19:36 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Mendagri Tjahjo Kumolo menghadiri acara Festival Manado Fiesta 2018 yang dipusatkan di kawasan Megamas, Jumat (31/08/2018).DOK Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Mendagri Tjahjo Kumolo menghadiri acara Festival Manado Fiesta 2018 yang dipusatkan di kawasan Megamas, Jumat (31/08/2018).

KOMPAS.com - Kondisi Palu, Sulawesi Tengah masih dalam pemulihan usai bencana gempa bumi dan tsunami pada 29 September 2018 lalu. Namun, hal tersebut tak menyurutkan kunjungan wisatawan ke Pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Utara (Sulut)

Selama hampir tiga tahun kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, Sulut dibanjiri wisatawan mancanegara (wisman) yang didominasi turis Cina.

"Jarak Palu dengan Manado lumayan jauh. Turis tetap berkunjung dan menikmati Manado," kata Gubernur Olly, dalam rilis yang Kompas.com terima, Senin (8/10/2018).

Tercatat sebanyak 100.000 wisman dan 2.6 juta wisatawan nusantara (wisnus) telah mengunjungi Sulut hingga 1 Oktober 2018. Hal ini membuktikan optimisme target kunjungan seratus ribu wisatawan mancanegara tercapai.

Pencapaian ini tergolong luar biasa karena rata-rata kunjungan wisman ke Sulut selama 10 tahun terakhir hanya berkisar di angka 10.000 - 15.000 orang per tahun. 

Keadaan itu mulai membaik sejak Juli hingga Desember 2016 ketika Gubernur Olly bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw mulai mengambil alih Sulut dan fokus membangun pariwisatanya. 

Kemudian, jumlah wisman yang mengunjungi Sulut meningkat mencapai 46 ribu orang. Tahun 2017 jumlahnya pun meningkat hingga mencapai 86 ribu orang.

Para wisman dan wisnus itu juga menguntungkan perekonomian Sulut. Pertumbuhan ekonomi di sana mencapai 6,23 persen atau di atas rata-rata nasional dan ini karena didukung oleh sektor pariwisata.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi itu tak lepas dari pengeluaran uang wisman di Sulut yang bisa mencapai rata-rata Rp 15 juta per wisman dan Rp 5 juta juta per wisnus. 

Sementara itu, Ricky Bong, sebagai direktur di MM Travel Manado dan tour operator wisatawan Cina ke Manado yang bekerjasama dengan maskapai Lion Air ini mengatakan bahwa turis Cina sangat menyukai Manado.

"Kami menargetkan akhir 2018 nanti ada dari 7 kota di Cina yg selama ini diterbangi langsung Lion Air ke Manado, semoga kita bisa buka 3 kota baru lagi dan totalnya 10 kota, lalu di awal 2019 tambah lagi hingga jadi 12 kota," kata Ricky.

Terciptanya rekor kunjungan wisman ke Sulut meskipun terjadi gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah membuktikan tangguhnya sektor pariwisata Sulut.

Begitu pula erupsi Gunung Soputan yang sempat terjadi belum lama ini juga tidak mempengaruhi sektor pariwisata Sulut. Selain itu, Bandara Sam Ratulangi Manado tetap membuka pelayanan seperti biasanya

"Tetapi saya tetap mengimbau masyarakat tetap waspada," ujar Gubernur Olly.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: