Kilas

Sah, Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat Mulai Dibangun 2019

Kompas.com - 08/10/2018, 20:07 WIB


KOMPAS.com
-  Bertempat di Melia Hotel Nusa Dua, Bali, Senin (8/1/2018), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penandatanganan Head Of Agreement (HOA) dengan Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat.

Kerja sama tersebut dilakukan untuk merealisasikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang mulai dibangun pada 2019 dan ditargetkan beroperasi pada  2021.

Nantinya SPAM Semarang Barat akan memproduksi air bersih yang diperuntukkan bagi masyarakat di Kecamatan Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu,

Dengan kapasitas produksi air bersih sebanyak 1.000 liter per detik, SPAM Semarang Barat berpotensi untuk dapat mengaliri air bersih kepada lebih dari 70.000 KK di 3 kecamatan tersebut.

Adapun hingga tahun 2017 tercatat jumlah KK yang ada di 3 kecamatan tersebut adalah sekitar 102.000 KK. Sedangkan yang telah menjadi pelanggan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang adalah sebanyak 32.000 KK.

Untuk itu dengan adanya SPAM Semarang Barat, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi optimis dapat mencapai target 100 persen akses air bersih di wilayah tersebut.

Wali Kota Semarang yang biasa disapa Hendi ini menegaskan lega dan bersyukur atas tercapainya kesepakatan pembangunan SPAM Semarang Barat tersebut.

“Syukur alhamdulillah penandatanganan kerja sama ini akhirnya terlaksana. Kerja sama ini penting mengingat pemenuhan air bersih juga menjadi salah satu fokus Pemkot Semarang saat ini dalam menyejahterakan masyarakat," tutur Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Tak hanya itu, lanjut Hendi, terbangunnya SPAM Semarang Barat juga menjadi salah upaya penting bagi Pemkot Semarang untuk mengendalikan penggunaan air bawah tanah di Kota Semarang.

Adapun eksploitasi air bawah tanah di Kota Semarang memang menjadi salah satu fokus Hendi dalam memipimpin Kota Semarang.

Pasalnya dalam penanganan rob dan banjir di Kota Semarang, dirinya juga menghadapi tantangan penurunan muka tanah 4-10 cm setiap tahunnya. Hal ini akibat dari penggunaan air bawah tanah oleh masyarakat secara masif di Kota Semarang.

"SPAM Semarang Barat ini akan memanfaatkan air baku dari Waduk Jatibarang untuk menyuplai air bersih kepada masyarakat. Jadi salah satu semangatnya juga adalah menekan penggunaan air bawah tanah dengan mengelola air permukaan semaksimal mungkin”, tegas Hendi.

Terkait pembangunan SPAM Semarang Barat sendiri akan dikerjakan oleh PT. Air Semarang Barat. Perusahaan ini merupakan perusahaan konsorsium yang dibentuk oleh PT. Aetra Air Jakarta dan PT. Medco Infrastruktur Indonesia.

Adapun proyek pembangunan tersebut akan dilakukan dengan skema bangun - guna - serah dengan menelan biaya sebesar 458 milyar. Akan dikerjakan dalam jangka waktu kerja sama selama 2 tahun untuk masa pembangunan dan 25 tahun untuk masa pengoperasian.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau