Kilas

Hendi Yakin Relokasi PKL dari Normalisasi Banjir Kanal Timur Tercapai

Kompas.com - 10/10/2018, 21:49 WIB


KOMPAS.com
- Memasuki bulan Oktober yang biasanya awal musim penghujan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengupayakan tercapainya 100 persen relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak normalisasi Banjir Kanal Timur.

Hal tersebut disampaikan Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi, saat meninjau pembangunan area relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Karangtempel di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018).

Didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Hendi meminta agar pembangunan relokasi dapat siap sebelum akhir Oktober.

"Dalam catatan kami ada 550 PKL terdampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur di Kelurahan Karangtempel yang telah siap direlokasi pada akhir Oktober. Maka dari itu, untuk pembangunan relokasi ini saya harapkan dapat siap sesegera mungkin," jelasnya.

Hendi pun mengungkapkan optimismenya untuk mencapai kondisi 100 persen relokasi di area terdampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur.

Tak cuma memastikan relokasi PKL Kelurahan Karangtempel, Politisi PDI Perjuangan ini juga memastikan relokasi PKL di wilayah lain yang terdampak normalisasi Banjir Kanal Timur berjalan dengan baik. 

Hendi mencontohkan PKL Mlatiharj.  Pada tanggal 22 Oktober 2018 nanti, PKL Mlatiharj akan melakukan prosesi boyongan atau relokasi ke tempat baru di Penggaron.

Kemudian PKL di wilayah Bugangan dan Rejosari yang juga akan segera melakukan relokasi ke tempat relokasi. 

Dalam tinjauannya tersebut, Hendi menegaskan, jika proyek Normalisasi Banjir Kanal Timur mendesak untuk diselesaikan tepat waktu agar mampu menangani rob dan banjir di wilayah Semarang bagian timur.

"Sudah menjadi kewajiban bagi semua elemen di Kota Semarang untuk mendukung penyelesaian proyek ini, termasuk Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat secara keseluruhan," tegasnya.

Sebagai informasi, normalisasi Banjir Kanal Timur merupakan bagian dari upaya merevitalisasi drainase di Kota Semarang. 

Adapun proyek normalisasi Banjir Kanal Timur sendiri ditargetkan dapat rampung pada 2020.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau