Advertorial

Ini Misi Utama Jelajah Wisata Karimun 2018

Kompas.com - 16/10/2018, 14:55 WIB

JAKARTA – Event sport tourism Jelajah Wisata Karimun 2018 meluncur, Minggu (14/10). Warga Negara Asing (WNA) tak lupa dilibatkan. Target utama kegiatan ini adalah merealisasikan target kedatangan 100 ribu wisman untuk tahun ini. 

Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Zamri. Event yang berlangsung di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, adalah ajang perdana. Event ini melibatkan komunitas atau klub sepeda dari dalam dan juga dari luar negeri untuk ambil bagian.  

Menurut Zamri, warga negara asing yang terlihat kebanyakan dari negara-negara tetangga. Seperti Malaysia, Singapura, dan juga Brunei Darussalam. Para pesepeda memulai start di Coastal Area dan finish di Pantai Pongkar.  

“Pemandangan indah menyertai para pesepeda di sepanjang rute. Tapi Tidak hanya panorama alam, rute yang dipilih juga melewati berbagai destinasi wisata unggulan. Destinasi ini dipilih sebagai check point,” papar Zamri. 

Menurut Zamri, pihaknya selalu berpegang teguh terhadap apa yang selalu disampaikan Menteri Pariwisata. Tepatnya, event yang digelar harus bisa mendatangkan wisman dalam jumlah besar.  

“Memang target kami untuk memenuhi angka 100 ribu untuk wisman. Tapi tahun kemarin tidak tercapai, hanya 90 ribu. Untuk tahun ini alhamdulilah, sampai dengan semester pertama sudah mencapai 50 ribu lebih,” ungkapnya. 

Zamri mengaku optimis target tersebut bisa tercapai. Bahkan, bisa terlampaui. 

“Mungkin menjelang akhir tahun bisa mencapai 100 ribu atau bahkan lebih wisatawan mancanegara. Untuk itulah selama event Jelajah Wisata Karimun 2018 berlangsung, diharapkan bisa juga mampu mendatangkan wisma dalam jumlah besar kesini,” sambungnya. 

Dijelaskannya, wisman asal Malaysia menjadi terget terbesarnya. “Target kami memang dari Malaysia. Hampir dari seluruh wisatawan dari luar negeri, dari Malaysia hampir mencapai 60 persen,” paparnya. 

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, mengaku optimis Kepulauan Riau bisa mendatangkan wisman dalam jumlah besar. 

Menurutnya, harapan besar memang dibebankan kepada Kepri. Karena, Kepri merupakan top 3 ‘penghasil’ wisman terbesar di Indonesia. Persentasenya mencapai 20 persen, setelah Bali 40 persen dan Jakarta 30 persen. 

“Kepri sudah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Karena, geografisnya dekat dengan Singapura. Dan info yang masuk ke kami, jumlah wisman dari Malaysia juga sangat besar. Itu bagus sekali,” ungkap Masruroh. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut senang dengan gebrakan yang selalu dilakukan Kepulauan Riau.  

“Kepulauan Riau adalah ujung tombak untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Khususnya wisatawan crossborder. Seperti Malaysia dan Singapura,” katanya. 

Letak Kepulauan Riau yang relatif dekat, menjadi keuntungan. “Secara jarak, Kepri dekat dengan negara-negara itu. Tapi atraksi dan keindahan alamnya juga menjadi penentu,” paparnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau