Advertorial

Asyik, Garuda Layani Direct Flight Singapura - Tanjung Pandan

Kompas.com - 17/10/2018, 11:24 WIB

JAKARTA – Akses udara yang menghubungkan Singapura – Indonesia semakin terbuka lebar. Sebab, maskapai Garuda Indonesia membuka poros baru. Yaitu direct flight rute Singapura – Tanjung Pandan, Belitung. Rute ini akan dilayani secara reguler oleh Garuda Indonesia mulai 29 Oktober.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, rute baru ini merupakan komitmen Garuda Indonesia untuk meningkatkan pariwisata Indonesia. Terlebih lagi, Belitung memiliki satu destinasi yang masuk dalam 10 destinasi prioritas, Tanjung Kelayang.

Selain itu, penerbangan langsung adalah bagian dari strategi Garuda Indonesia untuk memperluas jaringan internasional. Serta, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat konektivitas di kawasan Asia Tenggara.

“Singapura merupakan salah satu hub internasional paling ramai sekaligus juga hub terdekat ke Indonesia. Dengan adanya penerbangan langsung yang kurang dari satu jam dari Singapura, Belitung merupakan tujuan liburan singkat yang sempurna,” kata Pikri.

Pikri menambahkan, layanan penerbangan ini akan dilakukan empat kali dalam seminggu. Poros baru tersebut nantinya akan dilayani oleh armada Bombardier CRJ – 1000 berkapasitas 96 kursi ekonomi.

"Layanan penerbangan Singapura - Tanjung Pandan akan berangkat dari Bandara Changi Singapura pada pukul 17.20 LT (waktu Singapura), setiap Senin, Rabu dan Jum’at. Dan tiba di Bandara Internasional Hanandjoeddin di Tanjung Pandan pukul 17.50 WIB. Sedangkan di hari Minggu akan berangkat pukul 17.30 LT dan tiba pukul 18.00 WIB. Penerbangan kembali akan berangkat dari Bandara Internasional Hanandjoeddin di Tanjung Pandan pukul 14.50 WIB dan tiba di Bandara Changi Singapura pada 16.20 LT," terang Pikri.

Untuk diketahui, saat ini Garuda Indonesia melayani 84 penerbangan per minggu ke dan dari Singapura menuju kota-kota di Indonesia. Rute tersebut antara lain Singapura - Jakarta yang dilayani 9 penerbangan setiap harinya.

Juga rute Singapura - Surabaya yang dilayani 1 penerbangan setiap harinya. Dan juga rute Singapura - Denpasar yang dilayani 2 penerbanga setiap hari.

“Kami percaya adanya penambahan layanan baru ini akan dapat turut membantu pertumbuhan bisnis dan perdagangan di kawasan Tanjung Pandan dan sekitarnya khususnya mengingat bahwa saat ini  Tanjung Pandan dianggap sebagai salah satu Zona Ekonomi Khusus, serta salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Nasional yang diprioritaskan mengingat Tanjung Pandan memiliki pantai-pantai seperti di Maldives dan saat ini tengah dikembangkan  untuk dapat menjadi Bali kedua. ” tutup Pikri.

Apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menpar mengatakan tampilnya Garuda Indonesia yang terus mendukung aksesibilitas udara semakin memperkuat industri pariwisata Indonesia. Apalagi, Singapura merupakan hub internasional yang memungkinkan wisatawan dari negara lain terbang ke Indonesia.

"Setelah kita dapat dari Singapura, kita bisa dapat dari mana-mana. Karena Singapura itu sebagai hub, semua orang datang ke sana. Jadi memang pas jika mengejar ke sana," kata Menpar Arief Yahya.

Menpar pun menambahkan jika masa depan pariwisata Belitung akan cerah. Karena Belitung mempunyai KEK Tanjung Kelayang yang merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas. Benchmark-nya pembangunannya akan menyaingi Phuket Thailand atau Langkawi Malaysia.

"Ya, kesanalah arah Belitung hendak dibangun. Kawasan wisata dengan jumlah kunjungan yang besar, destinasi yang tertata rapi berkelas internasional, terawat indah sustainable, dan masyarakat yang semakin sejahtera oleh pariwisata. Ini yang akan kita wujudkan," pungkas Menteri asal Banyuwangi itu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau