Advertorial

Menikmati Raja Ampat Melalui Live On Board

Kompas.com - 19/10/2018, 19:13 WIB

SORONG – Siapa yang tidak kenal dengan Raja Ampat? Pesona bahari yang dimilikinya mampu menarik perhatian dunia. Buat kalian yang ingin menikmati suasana berbeda dari Raja Ampat, silahkan datang pada 18-22 Oktober.  Atau saat Festival Bahari Raja Ampat digelar. Coba nikmati Raja Ampat dengan cara sail trip. Serta  live on board ala nomadic tourism.

Konsep live on board ini digelar untuk menguatkan kesan Festival Bahari Raja Ampat. Yang digunakan adalah kapal Sangiang milik PT Pelni. Konsep trip via lautan ini baru pertama kali digelar. Pada pelaksanaan sebelumnya, festival terfokus di satu tempat.

Dijelaskan Bagian Operasional PT Pelni Sodikin, Kapal Sangiang bukanlah kapal wisata. “Sangiang adalah kapal yang bisa digunakan untuk berwisata. Kalau disebut kapal wisata, nanti jauh dari ekspektasi,” paparnya saat pertemuan di atas Kapal Sangiang, Kamis (18/10).

Dijelaskannya, Sangiang adalah kapal penumpang yang memiliki rute tetap. “Rute kapal ini adalah Raja Ampat-Manado. Tapi, mampir juga disejumlah daerah. Seperti Ternate dan lainnya. Tapi, kapal ini bisa dipakai berwisata seperti sail trip Raja Ampat kali ini,” jelasnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauzi, mengatakan terobosan ini harus diapresiasi.

“Kesan bahari Festival Raja Ampat sudah semakin terasa. Karena seluruh trip melakukan kapal. Destinasi-destinasi top di Raja Ampat bisa dinikmati. Begitu juga dengan budaya dan kekayaan alamnya,” papar Ricky.

Kapal Sangiang berangkat dari Pelabuhan Sorong Besar. Jaraknya , hanya sekitar 10 menit dari Bandara Dominique Edward Osok, Sorong.  Kapal Sangiang kemudian membawa seluruh wisatawan menuju Waisai. Jarak tempuh rute ini sekitar 3 jam. 

Menurut Ricky, paket wisata yang ditawarkan dalam perjalanan ini relatif lebih murah dari biasanya. Namun, wisatawan tetap bisa menikmati keindahan Raja Ampat secara keseluruhan.  “Penawaran ini sangat langka. Paket yang dijual sangat murah. Selama 5 hari 4 malam, setiap orang audah bisa mengikuti sail trip Raja Ampat,” katanya.

Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, sail trip kali ini sangat lengkap.

“Meski baru pertama kali diadakan, sail trip Festival Bahari Raja Ampat akan menyambangi destinasi-destinasi terbaik. Ada Waisai, Piaynemo, Misool, dan beberapa destinasi lainnya. Selain itu, ada juga Ritual Buka Sasi Laut dan Exploring Kofiau,” terang Ni Wayan Giri.

Dengan segala pesona yang dimilikinya, Ni Wayan Giri menilai Raja Ampat sangat layak menjadi destinasi dunia. “Jangan pernah melewatkan kesempatan ke Raja Ampat. Karena, inilah salah satu destinasi terbaik di Indonesia yang reputasinya sudah mendunia,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyambut baik terobosan yang diterapkan di Festival Bahari Raja Ampat tahun ini.

“Terobosan bagus, karena kesan baharinya semakin kuat. Intinya, berikan sebuah penawaran buat wisatawan. Penawaran yang sulit untuk mereka tolak. Raja Ampat memiliki itu. Tinggal bagaimana mengemas paket-paket wisatanya untuk menarik wisatawan,” jelasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau