Kilas

Menko PMK Ungkap Peran Pesantren dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Kompas.com - 23/10/2018, 16:22 WIB

KOMPAS.com - Pada momentum Hari Santri Nasional, Senin (22/10/2018), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada komunitas pesantren Indonesia.

Menurut Menko PMK, pesantren telah memberikan kontribusi yang konkret dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal itu, Kata Menko PMK, terlihat dari adanya puluhan ribu Madrasah Ibtidaiyah (setara SD), Tsanawiyah (setara SMP) dan Aliyah (setara SMA) yang diselenggarakan proses pendidikannya oleh berbagai pesantren.

Belum lagi, ribuan Raudhatul Athfal (RA) yang kini populer dengan sebutan Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan sejumlah universitas yang menginduk ke pesantren.

Menurut puan, jenjang pendidikan itu merupakan cara untuk mengintegrasikan diri dengan sistem pendidikan nasional.

Ini karena kehadiran lembaga pendidikan formal di tengah lembaga pesantren itu secara resmi diakui meningkatkan angka partisipasi pendidikan generasi muda.

Hari Santri nasional di Polewali Mandar tahun ini diperingati secara meriah. Ribuan santri dari berbagai pesnatren di Polewali mandar mengelar zikir akbar dan kirab Islam dari mesjid agung Suhada hinga ke mesjid Pantai Baharai Polewali mandar, Minggu (22/10)KOMPAS.Com Hari Santri nasional di Polewali Mandar tahun ini diperingati secara meriah. Ribuan santri dari berbagai pesnatren di Polewali mandar mengelar zikir akbar dan kirab Islam dari mesjid agung Suhada hinga ke mesjid Pantai Baharai Polewali mandar, Minggu (22/10)
‘’Langkah itu adalah salah satu bentuk partisipasi langsung kalangan pesantren dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),’’ kata Menko Puan di Jakarta, seperti dalam siaran resmi yang Kompas.com terima, Selasa (23/10/2018). 

Ditambahkannya lagi, bahwa sejak 2017, angka IPM Indonesia sudah berada di atas 70 yang berarti masuk ke dalam kelompok negara High Human development.

Meski begitu, Menko PMK mengingatkan, bahwa di hari-hari depan akan terjadi persaingan yang lebih ketat di antara negara-negara dunia dalam meraih kemajuan ekonomi.

Kuncinya, menurut Menko Puan adalah sumber daya manusia. Untuk itu, Menko PMK mendorong agar peringatan Hari Santri ini bisa menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

‘’Ke depan saya percaya bahwa pesantren juga akan lebih aktif ke pendidikan vokasional,’’ Puan menambahkan.

Lebih dari itu, Puan juga percaya bahwa komunitas pesantren juga akan lebih dalam terlibat dalam gerakan masyarakat madani untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila, UUD Negara RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau