Kilas

Gerak Cepat Ganjar atasi Permasalahan Tes CPNS

Kompas.com - 29/10/2018, 17:55 WIB

KOMPAS.com - Pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diselenggarakan pemerintah pusat di Jawa Tengah diketahui bermasalah. Terutama di GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun harus turun tangan untuk menenangkan peserta yang kebingungan. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan penyelenggara yang berakibat pada jadwal ujian yang tidak pasti.

Padahal banyak peserta dari luar kota yang terpaksa menginap menggunakan tenda di seputaran GOR.

Seperti diketahui seleksi CPNS ini dilaksanakan langsung oleh pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN). Salah satu ujian yang harus diikuti peserta adalah Computer Assisted Tes (CAT) yang dilaksanakan oleh vendor pemenang tender sebagai pelaksana teknis jaringan.

Saat sidak pada Senin (29/10/2018) pagi di GOR Pandanaran, Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Ganjar menemukan adanya kendala teknis jaringan. Penyebabnya karena pelaksana teknis tidak profesional dalam melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal.

Padahal pada Minggu (28/10/2018) malam, Ganjar sudah menunggu proses persiapan hingga larut dan berkomunikasi dengan tim pelaksana teknis. Mereka kemudian menjanjikan penyelesaian masalah jaringan tersebut pada pukul 05.00 WIB, atau dua jam sebelum pelaksanaan ujian tahap I.

"Kalau teknis bisa diselesaikan maka bolehlah kami kasih label profesional. Tapi kalau tidak ya, apa kami masih bisa bicara profesional. Pagi ini saya datang lagi, karena janji dari pelaksana teknis jam lima sudah siap. Tapi sekarang jam 07.31 ternyata belum siap," kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima. 

Untuk persoalan jaringan tersebut Ganjar mengaku, langsung menelepon pejabat BKN untuk segera mengatasi masalah ini. Bahkan ia pun memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah untuk turut membantu.

"Makanya tadi saya rapatkan di internal kami agar seluruh panitia lokal membantu BKN, membantu pihak penyedia jasa untuk jaringannya. Tidak perlu saling menyalahkan, kami bereskan semuanya," katanya.

Selain berkomunikasi dengan pelaksana teknis, pada sidak tersebut Ganjar juga menyambangi peserta tes dan lewat pengeras suara dia memberi penjelasan terkait kendala tersebut. Ganjar mengatakan pemerintah masih berupaya agar pelaksanaan tes CPNS ini berjalan optimal.

"Saya minta sampeyan untuk menyiapkan kembali materi dan mental. Jangan stres agar hasil ujiannya optimal," kata Ganjar di hadapan ribuan peserta.

Selain di Semarang, Ganjar juga memantau pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 yang diselenggarakan di Kota Magelang.

"Alhamdulillah di Magelang ini saya lihat lumayan baik. Mudah-mudahan ini akan baik terus sampai 17 November. Maka diawal-awal ini segera bisa ditangani agar selanjutnya lancar," katanya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau