Advertorial

Keragaman Budaya Asia akan Tersaji di KSM 2018

Kompas.com - 02/11/2018, 13:34 WIB

BATAM – Keragaman budaya Asia ditawarkan dalam Kenduri Seni Melayu (KSM) 2018. Namun, nuansa budaya Melayu  tetap tersaji kental. KSM 2018 juga jadi etalase terbaik seni budaya nusantara. Experience ini pun disempurnakan aksi 1 jam bersama penyanyi Iyeth Bustami.

Kenduri Seni Melayu 2018 akan dihelat 1-3 November 2018. Venuenya ada di Lapangan Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Event ini diikuti oleh 282 penampil dari berbagai negara. Selain Indonesia, ada 6 negara yang bergabung. Ada Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, dan India.

Secara garis besar, delegasi mancanegara akan menampilkan tarian. Namun, Brunei Darussalam tetap menyelipkan 3 sastrawannya yang menampilkan puisi. Total, Brunei datang dengan 18 seniman. Delegasi terbesar dikirim Negeri Jiran Malaysia dengan 20 penarinya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, KSM 2018 menjadi event terbaik menikmati kekayaan budaya Asia.

“KSM 2018 ini luar biasa. Ada banyak bangsa dan negara yang terlibat di sini. Bergabungnya India di sini tentu semakin menambah warna. Sebab, India merupakan pasar wisatawan potensial bagi Indonesia. KSM tahun ini menjadi venue terbaik menikmati budaya Asia,” ungkap Menpar, Rabu (31/10).

Selain mancanegara, wilayah lain nusantara juga mengirimkan delegasinya. Totalnya ada 7 daerah. Antara lain Jakarta dan Yogyakarta, Pekanbaru, Siak, dan Bangka Tengah. Hadir juga delegasi dari Sulawesi Utara dan Kalimantan Tengah.

“Panggung KSM ini venue promosi terbaik. Sebab, Batam menjadi destinasi utama para wisman. Jadi ini adalah momentum terbaik untuk menarik minat para wisman datang ke daerah mereka,” lanjut Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan jadi #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok.

Menpar menegaskan, KSM 2018 menawarkan konsep luar biasa dan lengkap. Tema utamanya Budaya Melayu.

“Konten KSM disajikan secara padat. Hanya dengan datang ke Batam, wisatawan bisa menikmati aneka budaya masyarakat ASEAN juga India. Secara geografis, Batam juga dekat Singapura dan Malaysia. Ini adalah kombinasi terbaik untuk menarik wisman,” tegas Menpar lagi.

KSM 2018 juga menampilkan permainan tradisional gasing. Dilakukan secara massal, permainan ini menampilkan 1.000 gasing yang berputar selama 2 jam. Ada juga karya lukisan yang dipajang. Selain itu, sebanyak 200 UMKM dilibatkan. UMKM ini akan menyajikan beragam kekayaan yang dimiliki Batam dan Kepri.

“Selain alam dan budayanya, Batam ini juga terkenal dengan wisata belanjanya. Event ini akan memberi banyak pilihan. Jadi momentum terbaik di KSM jangan sampai terlewatkan,” tutur Menpar.

Dibuka Kamis (1/11), panggung KSM 2018 akan menampilkan aksi penyanyi Iyeth Bustami mulai pukul 21.05 WIB. Iyeth akan merilis lagu-lagu hitsnya. Iyeth sendiri dikenal lewat lagu Laksmana Raja di Laut (2003). 

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuty menuturkan, kehadiran Iyeth Bustami menjadi daya tarik lain event.

“Eksplorasi dilakukan KSM 2018. Semua aspek dan elemen dilibatkan secara total. Event ini akan banyak dikunjungi wisatawan, apalagi ada Iyeth Bustami di sana. Namanya terkenal sebagai penyanyi dengan cengkok Melayu yang khas. Selain atraksinya, KSM ini juga didukung oleh aspek lain,” tutur Esthy.

Memiliki atraksi terbaik dengan budaya dari 6 negara plus performa Iyeth Bustami, KSM 2018 juga ditopang aksesibilitas dan amenitas terbaik. Batam terhubung secara langsung baik darat dan udara dengan Malaysia dan Singapura.

Untuk akses laut, ada banyak kapal ferry yang menjadi pilihan. Khusus amenitas, ada banyak pilihan hotel dari kelas bintang hingga biasa. Pilihan kulinernya juga nikmat.

“Aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di Batam ini luar biasa. Pilihan moda transportasinya beragam dan saat berada di Batamnya ada online. Untuk kamar hotel, ada banyak. Semua disajikan terbaik,” tutup Esthy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau