Advertorial

Menyusuri Kejayaan Batavia di Festival Tempo Doeloe

Kompas.com - 11/11/2018, 14:19 WIB

Jakarta – Apa yang tidak dimiliki Jakarta. Semuanya tersaji lengkap. Termasuk urusan wisata. Nah, jika kalian termasuk yang suka wisata masa lalu, datang saja ke Kota Tua. Nikmati kejayaan Batavia di Festival Tempo Doeloe, Sabtu (10/11). 

Jakarta adalah destinasi favorit wisatawan mancanegara setelah Bali. Semua yang dicari wisatawan ada di sana. Lansekap kotanya juga menawan. Hingga majalah Travel+Leisure pernah membuat artikel Jakarta The Most Pupular Cities on Instagram in 2017. 

Meski dikenal sebagai kota modern, Jakarta tetap menyimpan wisata sejarah. Jakarta menyimpan berbagai peninggalan yang sangat luar biasa. Utamanya, peninggalan jaman kolonial. Semua tersentralisasi di kawasan Kota Tua Jakarta. 

"Eropa sebenarnya adalah gudangnya heritage building. Hampir semua kota selalu punya kota kuno yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Bangunan-bangunan itu juga dilindung oleh pemerintah. Kota Tua Jakarta juga  punya sejarah panjang. Karena itu dengan sedikit sentuhan saja Kota Tua bisa lebih keren," ujar Menpar Arief Yahya, Sabtu (10/11) 

Pesona Kota Tua memang tak terbantahkan. Masuk ke Kawasan Kota Tua, Wisatawan bagai dibawa menyusuri lorong waktu. Wisatawan bisa menikmati keindahan Batavia tempo dulu. Deretan bangunan klasik berasitektur Belanda yang kental mewarnai kawasan tersebut.  

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperhatikan kondisi bangunan ini sebagaimana bentuk aslinya. Bahkan melakukan revitalisasi untuk mengembangkannya menjadi salah destinasi utama. Terlebih saat ini Kota Tua sudah menjadi salah satu destinasi prioritas. Ada beberapa bangunan yang fenomenal di kawasan Kota Tua. Diantaranya, Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Pos Indonesia. Cafe Batavia, sampai Pelabuhan Sunda Kelapa. 

Atraksinya juga lengkap. Penampilan seniman jalanan dengan berbagai kost unik siap menjadi latar foto para pengunjung. Para wisatawan juga bisa membeli cendramata dari pedangan kaki lima atau pun menaiki sepeda ontel berkeliling Kota Tua.

"Asiknya, setiap akhir pekan ada kegiatan seni dan budaya yang tampilkan di lahan terbuka yang ada di kawasan Kota Tua. Seperti Festival Tempo Doeloe yang masuk ke dalam 100 Wondeful Event Kemenpar tahun 2018," ucap Menpar. 

Pemandangan lain yang bisa Anda temui ada banyak meriam yang ada di lapangan Fatahillah. Namun, ada satu meriam yang unik berada di ujung depan Museum Fatahillah, letaknya lebih dekat dengan Cafe Batavia. 

Meriam ini dinamakan si Jagur yang dibuat di Macao untuk memperkuat benteng Portugis di Malaka. Akan tetapi, meriam ini jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1641. Lalu, dibawa ke Batavia sebagai alat pertahanan kota. 

Tak hanya itu saja, wisatawan pun perlu mencicipi berbagai kuliner yang ada di Kota Tua. Salah satu kuliner terkenal yang bisa dicoba adalah Es Krim Ragusa. Es krim ini  telah ada sejak 1932 yang namanya sudah sangat melegenda. 

Cita rasa es krim ini bisa menjadi pelepas dahaga saat berwisata di Kota Tua. Selain itu, wisatawan juga bisa menyantap kuliner Jakarta lain, seperti gado-gado, kerak telor, soto betawi hingga es selendang mayang. Kuliner yang kaya akan rempah dan unik khas Betawi ini bisa referensi wisata kuliner para wisatawan. 

Dan semua didukung oleh aksesibilitas yang mumpuni. Kawasan ini terintegrasi dengan berbagai moda transportasi. Mau dengan kereta atau pun bus kota sama mudahnya. Ada KRL Jabodetabek serta Bus Trans Jakarta yang siap mengantarkan wisatawan. 

"Amenitasnya juga mumpuni dengan pilihan hotel yang beragam. Boleh dibilang berwisata ke Kota Tua merupakan paket lengkap. Destinasinya oke, atraksinya mumpuni, kulinernya juga lengkap. Jadi jangan lupa berkunjung ke Kawasan Kota Tua. Dijamin seru," timpal Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau