Kilas

Menko PMK: Penerima PKH Meningkat, Angka Kemiskinan Menurun

Kompas.com - 11/11/2018, 14:32 WIB

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pun Maharani mengatakan, jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2018 meningkat bila dibandingakan tahun-tahun sebelumnya.

"Pada 2012 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dari 2,8 juta meningkat jadi 10 juta pada 2018. Ke depannya, pada 2019 akan naik menjadi 15,5 juta KPM," ujar Menko PMK dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Minggu (11/11/2018).

Puan mengatakan itu dalam acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Diamond Solo Convention Center, Surakarta, Sabtu pagi (10/11/18). Hadir pula di sana  Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan bahwa akan ada tambahan bantuan kepada penerima PKH dengan pola bantuan bersyarat. Syaratnya mereka akan mendapat tambahan bantuan jika sudah membuat usaha dan ingin mandiri.

Tak cuma jumlah penerima PKH yang bertambah, Puan menegaskan, penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga meningkat dari 11 juta pada 2014 menjadi 19,7 juta pada 2018.

Baca jugaPendamping PKH Diajak Sebarkan Gerakan Indonesia Bersih dengan Kreatif

Kemudian, penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) meningkat pula dari 86,4 juta pada 2014 menjadi 92,4 Juta pada 2018.

"Biasanya penerima PKH juga menerima KIP. Setiap tahun ada peningkatan dengan target semua anak berpendikan minimal 12 tahun," lanjut Puan.

Meningkatkan penerima PKH, KIS dan KIP kemudian berimbas pada kesejahteraan rakyat. Hal ini kata Puan, terlihat dari penurunan angka kemiskinan yang mencapai 1 digit. 

Menurut Menko PMK penurunan angka kemiskinan terjadi salah satunya faktor terbesarnya karena adanya Program Keluarga Harapan (PKH).

Perlu diketahui, dalam PKH penerimaan bantuan adalah ibu rumah tangga karena dianggap lebih teliti dan  peduli dengan keluarga.

"Jadi, manfaatkan uang yang ada itu untuk kebutuhan anak-anaknya. Inilah kesempatan untuk mensejahterakan keluarga. Insya Allah  ke depannya terus ada sampai ibu-ibu mandiri," ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam acara dialog tersebut hadir sekitar 1500 peserta dari penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau