Surakarta Jadi Kota Percontohan Gerakan Revolusi Mental - Kompas.com
Advertorial

Surakarta Jadi Kota Percontohan Gerakan Revolusi Mental

Kompas.com - 12/11/2018, 18:34 WIB
Anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental Fajar Ul Haq di acara Silaturhami Menko PMK dan Penguatan Nilai-Nilai Revolusi Mental di Pendhapi Kota Surakarta, Jumat (9/11/18).Dok. Kemenko PMK Anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental Fajar Ul Haq di acara Silaturhami Menko PMK dan Penguatan Nilai-Nilai Revolusi Mental di Pendhapi Kota Surakarta, Jumat (9/11/18).

KOMPAS.com - Surakarta memiliki berbagai program yang manfaatnya terasa oleh masyarakat. Beberapa program itu, salah satunya adalah pembuatan Taman Cerdas dan Sistem pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Layanan tersebut inovatif karena warga dengan usia 17 tahun yang secara otomatis langsung diberikan E-KTP melalui pos ke masing-masing warga.

Karenanya, anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental Fajar Ul Haq menyebut program-preogram tersebut sebagai implementasi langsung dari Revolusi Mental, khususnya Gerakan Indonesia Melayani.

“Surakarta merupakan kota yang memiliki keragaman budaya dan juga merupakan contoh yang baik bagi daerah lain untuk mempelajari implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental, ” jelas Fajar dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (12/11/2018).

Fajar mengatakan itu saat acara Silaturhami Menko PMK dan Penguatan Nilai-Nilai Revolusi Mental di Pendhapi Kota Surakarta, Jumat (9/11/2018).

Menurut Fajar, implementasi revolusi mental juga dapat dilihat dari berbagai program pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Tunjangan Profesi Guru (TGP), dan bantuan lainnya.

“Berbagai bantuan yang saat ini telah diterima oleh masyarakat Kota Surakarta merupakan bentuk nyata dari revolusi mental, khususnya Gerakan Indonesia Melayani. Melalui berbagai bantuan ini, masyarakat juga didorong untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Fajar.

Ia pun berharap implementasi revolusi mental di Kota Surakarta dapat terus dipertahankan. Ini bisa tercapai apabila terdapat kolaborasi antara masyarakat dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya berharap implementasi revolusi mental di Surakarta dapat dipertahankan. Dengan adanya contoh positif yang diberikan oleh ASN, serta inisiatif yang dimiliki oleh masyarakat untuk mengimplementasikan revolusi mental, maka perubahan dapat dengan mudah diimplementasikan dan manfaatnya dapat secara luas dirasakan” ungkapnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: