Advertorial

Wonderful Indonesia dan Xiamen Airlines Gelar Travel Fair di Xiamen

Kompas.com - 16/11/2018, 13:41 WIB

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menjaring wisatawan dari Tiongkok. Kali ini dengan menggelar Wonderful Indonesia Travel Fair in Cooperation with Xiamen Airlines. Acaranya akan dilaksanakan selama tiga hari, 16-18 November 2018. 

Kegiatan ini tepatnya digelar di Mall Jianxa Wanyue City di Xiamen, Tiongkok. Bentuknya B2C (Business to Consumer) dalam bentuk Consumer Selling untuk umum. 

"Kami berharap melalui Consumer Selling di Xiamen ini, menjadi salah satu program untuk dapat mencapai target kunjungan wisman," ujar Deputi Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I Vinsensius Jemadu. 

Nia berharap, target kunjungan wisatawan dari Tiongkok di tahun 2018 mencapai 2,6 juta atau akan berkontribusi 15,4% dari total target. Sampai dengan Januari-Oktober tahun 2018, kunjungan wisman Tiongkok mencapai 1.834.893 atau turun -1,9% dari tahun sebelumnya. 

Consumer Selling kali ini, Wonderful Indonesia menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia dan Generasi Wonderful Indonesia (GenWi) Xiamen. Mereka akan tampil membawakan kesenian Indonesia. Seperti tari cenderawasih, tari saman, pencak silat, paduan suara dan kesenian lainnya untuk menghibur para pengunjung mal. 

"Selain itu, ada juga games, spa dan coffee corner pada Consumer Selling ini," ujar Nia Niscaya. 

Wonderful Indonesia juga menawarkan berbagai tiket dan paket wisata dari kota Xiamen ke 10 Destinasi Bali Baru yang didukung oleh penerbangan Xiamen Airlines. Pengunjung yang beruntung akan mendapatkan Grand Prize berupa tiket pesawat PP berikut akomodasi dan paket wisata ke Bali selama 3 hari 2 malam. 

“Kerjasama dengan Airlines dan Wholesaler di Tiongkok harus ditingkatkan. Khususnya program penjualan langsung kerjasama dengan Xiamen Airlines ini yang kami nilai efektif dan tepat sasaran. Sebesar 10.000 pax akan didapatkan dari 3 hari penyelenggaraan,” pungkas Nia. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, promosi ke Tiongkok ini sebagai bagian dari strategi marketing dan promosi meningkatkan kunjungan di akhir tahun. 

"Dengan berbagai potensi dan peluang yang ada, Tiongkok tetap menjadi prioritas. Kami yakin bisa mengoptimalkan situasi ini untuk terus memberikan dampak positif bagi pariwisata Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya. 

Menpar Arief Yahya menilai, Consumer Selling ini memiliki fungsi strategis. Selain melakukan branding , juga dapat mengetahui keinginan pasar Tiongkok. 

"Agenda Consumer Selling di Tiongkok semakin diintensifkan. Sebab, target kunjungan mereka di tahun ini juga dimaksimalkan. Selain kemampuan spending dan arus besar outbound-nya, wisatawan Tiongkok di tahun lalu juga menjanjikan," kata Menpar Arief Yahya. 

Dia menambahkan, potensi pasar untuk wisatawan Tiongkok ke Indonesia masih sangat besar. Apalagi, karakter destinasi di Indonesia sangat disukai wisatawan Tiongkok. Mereka biasanya sangat menikmati keindahan pantai dan alam bawah laut. Untuk urusan destinasi bawah laut, Indonesia memang rajanya. 

“Potensi wisata bahari kita luar biasa. Dua per tiga coral dan biodiversity ada di Indonesia. Rugi besar kalau kita tidak bisa meyakinkan wisman untuk menyelami wisata bahari di tanah air," tukas Menpar Arief Yahya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau