Advertorial

3 Destinasi Terindah yang Bisa Anda Kunjungi di Belanda

Kompas.com - 22/11/2018, 09:31 WIB

Apakah Anda berencana berlibur ke Belanda dalam waktu dekat ini? Pesona keindahan alamnya, canggihnya manajemen airnya, hingga kentalnya kisah sejarah menjadikan Belanda sebagai negara yang layak Anda kunjungi minimal sekali seumur hidup.

Lantas, mau ke mana saja ketika sudah sampai di Negeri Belanda? Berikut tiga rekomendasi tempat yang wajib Anda kunjungi di Belanda:

1.      Kincir angin kuno di Kinderdijk

- -

Anda pasti pernah lihat kartu pos Belanda bergambar kincir angin yang tersohor itu, bukan? Nah, jika ingin melihat langsung kincir angin tersebut, Anda bisa mengunjungi Desa Kinderdijk yang terletak di antara Rotterdam dan Dordrecht.

Kinderdijk menjadi rumah bagi 19 kincir raksasa yang kini dilindungi UNESCO sebagai warisan dunia. Kincir itu diciptakan pada 1740 untuk mencegah banjir dan tetap terawat hingga kini.

Di sini, Anda bisa menikmati keindahan pemandangannya serta mempelajari manajemen air brilian yang dilakukan oleh pemerintah Belanda.

Waktu yang paling tepat ke sini adalah April hingga akhir Oktober. Pasalnya dalam periode tersebut, salah satu dari generator kuno ini dibuka untuk umum sehingga Anda bisa mengeksplorasi atau sekadar mengaguminya.

Akses menuju Kinderdijk yang terletak di Belanda bagian selatan ini cukup mudah. Terletak hanya 15 kilometer dari Rotterdam, Anda bisa menempuh perjalanan dengan mobil, kereta, bus, atau bahkan perahu saat musim liburan.

2.      Amsterdam, pusat sejarah Belanda

- -

Kota terbesar di Belanda ini tentu tidak boleh Anda lewatkan. Tahukah Anda bahwa nama Amsterdam diambil dari nama sungai?

Kota ini berkembang dari kampung nelayan kecil bernama Amstelredam, yang dibangun pada abad 13. Kampung itu berubah menjadi kota kecil bernama Amsteldam yang kemudian berubah lagi menjadi Amsterdam.

Sungai Amstel punya pemandangan cantik yang akan memanjakan mata dan hati Anda. Di sinilah pusat peradaban Belanda berada. Anda bisa berkunjung ke Museum Van Gogh, sang maestro dunia.

Jika ingin napak tilas sejarah dunia, Anda bisa ke Museum, Anne Frank. Museum yang terletak di Prinsengracht ini dulunya merupakan rumah keluarga Anne Frank, yang bersembunyi dari kekejaman Nazi.

Anne Frank adalah gadis Yahudi yang terkenal. Ia menulis buku harian yang mengubah sejarah dunia. Buku harian tentang penderitaannya dalam Perang Dunia II itu kini diterjemahkan ke dalam 51 bahasa.

Anda juga bisa berjalan menyusuri Grachtengordel yang berisi kanal, jembatan, serta rumah-rumah kuno dari abad-17. Itu semua bisa menjadi oleh-oleh foto indah perjalanan Anda yang tidak akan pernah terlupakan.

3.      Taman Bunga Keukenhof untuk pencinta flora

- -

Bicara soal Belanda, Anda pasti akan ingat tulip. Salah satu tujuan wisata yang wajib Anda kunjungi adalah Taman Bunga Keukenhof. Tempat ini dijuluki ‘Tamannya Eropa’. Keukenhof merupakan taman bunga terbesar kedua terbesar di dunia setelah Dubai Miracle Garden.

Terletak di wilayah antara Amsterdam dan Den Haag, taman ini berisi 700 varietas tulip. Taman seluas 28 hektar ini punya jutaan bunga yang kaya warna dan harum.

Puncak musim tumbuh tulip adalah Bulan April hingga Mei. Namun, berkat rumah kaca besarnya yang canggih, Anda bisa menikmati keindahan bunga sepanjang tahun.

Selain mengagumi keindahan lanskap bunga, Anda bisa menikmati berbagai pertunjukkan dan parade, serta toko-toko bunga. Anda bisa menikmatinya dengan berjalan kaki, naik sepeda, atau menumpang perahu.

Liburan ke Belanda tidaklah sulit karena Anda bisa memesan tiket pesawat dan hotel dengan mudah lewat ponsel. Tiket pesawat murah ke Belanda bisa Anda dapatkan di aplikasi Traveloka. Anda bisa mendapatkan tiket PP ke Eropa mulai dari Rp5 jutaan di Traveloka.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan promo GIRANG Save on 25th Traveloka yang berlangsung 25 November-5 Desember 2018. Anda bisa mencicil 0% jika menggunakan kartu kredit atau PayLater. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera berlibur ke Belanda.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau