Kilas

Jaga Inflasi Jelang Natal, Gubernur Olly Tawarkan Solusi "4K"

Kompas.com - 22/11/2018, 14:00 WIB


KOMPAS.com
- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menawarkan solusi "4K" sebagai cara untuk menjaga laju inflasi di Propinsi yang dipimpinnya. 

"4k" yang dimaksud Olly adalah keterjangkauan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi yang efektif.

'Keempat hal itu perlu diperhatikan untuk menjaga laju inflasi," ujar Olly dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Kamis (22/11/2018).

Olly mangatakan itu dalam Rapat Koordinasi Hight Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di kantor cabang Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Menado, Rabu (21/11/2018).

Rapat tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru. Pihak Bank Indonesia (BI) pun bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Adapun, berkaitan dengan keterjangkauan harga, Gubernur menerangkan bahwa faktor belanja masyarakat mendorong perkembangan ekonomi yang ada.

"Makanya harus ada ketersediaan pasokan cadangan, untuk mengantisipasi terjadi kelangkahan ada ketersediaan," kata dia.

Sementara itu, berkaitan dengan kelancaran distribusi, Olly mengingatkan jalur trans Sulawesi harus bebas dari pungutan liar terlebih dalam pendistribusian pasokan.

Dia pun meminta harus ada pula komunikasi agar hambatan-hambatan dapat teratasi. Contohnya ketersediaan panen raya di suatu tempat dapat dikomunikasikan sehingga tidak terjadi gagal panen.

Gubernur menyampaikan kepada peserta rapat apabila inflasi yang ada di Sulut tertinggal dengan daerah lain maka pertumbuhan ekonomi di propinsi ini menjadi tidak berguna.

Untuk itu, dia berharap agar laju inflasi di Bumi Nyiur Melambai harus dijaga sehingga masyarakat mendapatkan penghasilan yang baik.

Sebelumnya ditempat yang sama, Direktur BI Sulut Soekowardojo menerangkan bahwa Sulawesi Utara mencatatkan inflasi terendah se-pulau Sulawesi.

Adapun terkait Rapat Koordinasi Hight Level Meeting TPID, Soekowardojo mengatakan, kegiatan ini untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia, transoprtasi udara dan bahan pangan menjelang natal dan tahun baru.

Lebih dari itu, rakor tersebut akan dirancang TPID 2019-2021.

Selain Gubernur Olly, dalam rakor tersebut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen dan kepala-kepala dinas terkait.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau