Advertorial

Pupuk Kaltim Jadi Perusahaan Pertama yang Raih Grand Platinum di SNI Award

Kompas.com - 22/11/2018, 16:08 WIB
Menteri Perindustrian, Kepala BSN, dan Ketua Dewan Juri bersama Dirut Pupuk Kaltim peraih Grand Platinum SNI Award 2018 dan 2 peraih Platinum lainnya, (Petrokimia Gresik & PT Adhya Tirta Batam) Menteri Perindustrian, Kepala BSN, dan Ketua Dewan Juri bersama Dirut Pupuk Kaltim peraih Grand Platinum SNI Award 2018 dan 2 peraih Platinum lainnya, (Petrokimia Gresik & PT Adhya Tirta Batam)

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sukses menggelar ajang penghargaan SNI Award 2018, Rabu (21/11/2018) lalu di Hotel Intercontinental Pondok Indah Jakarta. SNI Award merupakan ajang pemberian apresiasi dari pemerintah Republik Indonesia bagi organisasi yang berkomitmen menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berkinerja baik.

Ajang penghargaan ini merupakan perhelatan yang ke-14 sejak 2005. Namun, penyelenggaraan SNI Award tahun ini menjadi lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut karena pada SNI Award 2018, BSN untuk pertama kalinya memberikan penghargaan dengan predikat Grand Platinum.

Grand Platinum merupakan predikat penghargaan tertinggi dan hanya diberikan pada perusahaan atau organisasi yang sudah tiga kali berturut-turut meraih predikat Platinum dalam ajang SNI Award. Perusahaan yang berhasil meraih penghargaan tertinggi tersebut adalah PT Pupuk Kaltim.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyerahkan piala Anugerah Platinum yang ketiga kalinya selama 3 tahun berturut-turut kepada Dirut Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyerahkan piala Anugerah Platinum yang ketiga kalinya selama 3 tahun berturut-turut kepada Dirut Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman.

Penghargaan Grand Platinum tersebut diserahkan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, dan Ketua Dewan Juri SNI Award 2018 Rhenald Kasali kepada Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Bakir Pasaman.

PT Pupuk Kaltim sudah mengikuti ajang SNI Award sejak 2012. Pada 2016 PT Pupuk Kaltim menjadi organisasi besar barang sektor kimia dan serba aneka yang meraih predikat Platinum untuk pertama kalinya. Predikat tersebut kemudian berhasil dipertahankan oleh PT Pupuk Kaltim hingga penyelenggaraan tahun ini.

 “Alhamdulillah, kita mendapatkan Grand Platinum SNI Award 2018. Ini adalah hasil jerih payah kita semua dan wajib kita pertahankan setiap tahun. Dengan semangat korsa kita harus  bersatu untuk mempertahankan yang terbaik agar terus memiliki daya saing sehingga kita selalu unggul di Indonesia maupun di tingkat global,” ujar Bakir Pasaman.

Karena keberhasilan Pupuk Kaltim meraih Anugerah Platinum selama 3 tahun berturut-turut, maka Pupuk Kaltim menerima penghargaan Grand Platinum SNI Award 2018. Karena keberhasilan Pupuk Kaltim meraih Anugerah Platinum selama 3 tahun berturut-turut, maka Pupuk Kaltim menerima penghargaan Grand Platinum SNI Award 2018.

Bakir mengatakan penerapan SNI pada produk sangat penting bagi perusahaan yang dipimpinnya. Apalagi dengan adanya Revolusi Industri 4.0, PT Pupuk Kaltim harus dapat terus melakukan perbaikan pada berbagai bidang, didukung beragam inovasi yang digagas dalam beberapa waktu terakhir.

Ia juga mengatakan bahwa standardisasi bukan hanya tentang penataan lingkungan perusahaan untuk menciptakan produk yang lebih baik. Menurutnya standardisasi juga mencakup kebijakan. Penerapan standar industri yang terus meningkat menjadi manfaat penting bagi perusahaan. “Penerapan standar yang baik, juga akan menghasilkan kualitas yang baik sehingga daya saing produk meningkat daya saing, penjualan serta efisiensi perusahaan juga kian terjaga,” ujarnya.  Selain karena konsistensinya dalam penerapan SNI dalam operasional usaha penghargaan, PT Pupuk Kaltim juga aktif membina UKM dalam penerapan SNI.

Pada kesempatan yang sama Kepala BSN Bambang Prasetya juga menyampaikan harapannya untuk para peraih SNI Award. Bambang mengatakan peraih SNI Award diharapkan dapat menjadi role model bagi organisasi dan perusahaan lainnya dalam penerapan SNI.

“BSN juga tidak henti-hentinya mengampanyekan pentingnya penerapan SNI kepada pelaku usaha dan mengedukasi konsumen akan pentingnya produk ber-SNI. BSN saat ini bekerja sama dengan kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan lainnya terus bekerjasama dalam meningkatkan efektifitas penerapan SNI di semua produk,” kata Bambang.