kabar mpr

Sekjen MPR RI: Anggota Korpri Harus Tingkatkan Etos Kerja

Kompas.com - 29/11/2018, 18:17 WIB

Sekretariat Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) atau aparatur pemerintahan sebagai anggota Korpri harus memberikan kontribusi dengan melayani, bekerja, dan menyatukan bangsa.

Hal itu disampaikannya ketika peringatan hari ulang tahun ke-47 Korpri dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ruang Delegasi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

“Melayani, bekerja, dan sebagai instrumen untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa harus terus melekat pada jiwa dan spirit Korps Pegawai republik Indonesia, khususnya anggota Korpri di lingkungan sekretariat jenderal MPR,” ujar Ma’ruf.

Dalam acara bertema Korpri Melayani, Korpri Bekerja, dan Korpri Menyatukan Bangsa ini, ia melanjtukan bahwa Korpri memang bekerja untuk melayani.

Khusus di lingkungan parlemen, Ma’ruf berharap agar Korpri terus meningkatkan pelayanan agar publik makin percaya kepada ASN. Menurutnya, pelayanan publik harus ditingkatkan melalui berbagai cara, antara lain reformasi birokrasi.

Pria Sekjen MPR RI itu melanjutkan, Korpri harus meningkatkan etos kerja yang dimulai dari individu dan harus tampak di lingkup sekretariat jenderal.

Nantinya etos kerja akan bermuara di peningkatan kerja sehingga mereka harus meningkatkan kapasitas dan kompetensi individu agar menimbulkan etos, spirit, dan pengabdian yang semakin baik.

Menurut Ma’ruf, ASN di lingkungan sekretariat jenderal MPR memang sudah melayani, bekerja, dan menyatukan bangsa. Namun tantangan berupa tuntutan masyarakat membuat ASN harus meningkatkan kemampuan untuk menjawabnya.

Serahkan hadiah pemenang lomba

- -

MPR turut menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis imliah dengan peserta ASN yang diadakan pada Selasa (27/11/2018). Berikut adalah mereka yang menjadi juara:

  • Juara pertama adalah Khairul Fahmi dan benny Kharisma Arrasuli dari Universitas Andalas dengan judul Mempertimbangkan Kembali Garis-garis Besar Haluan Negara.
  • Sementara juara dua diraih oleh Sorik dan Dian Aulia dari LIPI dengan judul Menata Ulang Relasi MPR dan Presiden melalui Politik Hukum Haluan Negara.
  • Juara  ketiga didapatkan oleh Edy Susilo dan Leo krissandy Theo dari Setjen dan Badan Keahlian DPR. Karya mereka berjudul Urgensi Haluan Negara dalam Pembangunan Nasional.
  • Juara harapan I didapatkan oleh Wida Priyahita Pudjibudojo dan Nova Dona dengan judul Studi Komparasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional di Berbagai Negara. Referensi bagi Indonesia.
  • Sedangkan juara harapan II jatuh kepada Lia Riesta Dewi dan Pipih Ludia Karsa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Karya mereka berjudul Urgensi Haluan Negara dalam Pembangunan Nasional.

Acara HUT ke-47 Korpri yang dihadiri pejabat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR ini turut memberikan santunan kepada 100 anak yatim dari Jakarta Barat, Tangerang, dan Bekasi.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau