Advertorial

Dapat Respons Positif, JABU Tahun Depan Bakal Lebih Heboh

Kompas.com - 04/12/2018, 17:10 WIB

BENGKULU UTARA – Respons positif didapat Adventure of Road Jelajah Alam Bengkulu Utara (JABU) #1. Event ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkulu Utara, Mian, di Alun-alun Kota Arga Makmur, Minggu (2/12) pagi. Respons positif ini membuat JABU akan dibuat lebih heboh tahun depan.

Mian mengaku puas pada event JABU #1. Meski baru pertama digelar, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi. Itu bisa dilihat dari banyaknya peserta. Baik offroad maupun motocross. 

“Selain untuk menghidupkan pariwisata, kegiatan ini juga untuk menepis anggapan bahwa Arga Makmur tertutup dan sepi. Mulai sekarang, kita genjot festival-festival. Tidak hanya sebatas Dinas Pariwisata, tapi juga bisa kolaborasi antara SKPD,” ujarnya.

Bengkulu Utara yang berada di sudut wilayah, memiliki alam yang sangat indah. Dan, bisa dikemas sebagai objek wisata unggulan. Contohnya Pulau Enggano, Air Terjun Curup 9, Pusat Latihan Gajah (PLG) Marga Sakti, dan Alun-alun Arga Makmur yang bisa dikoneksikan dengan Tugu Amanah. Tugu ini adalah cikal bakal terbentuknya Kota Arga Makmur.

“Secara bertahap akan kita benahi semua. Kita lengkapi sarana dan prasarana yang belum ada, kita permudah akses, dan kita promosikan melalui event. Melalui pariwisata, Bengkulu Utara sudah harus bergeliat,” tegasnya.

Terkait kegiatan JABU #1, Mian berjanji akan membuat event ini semakin besar. Semua peserta kali ini akan diundang secara resmi pada 2019 nanti. Kemasannya pun harus lebih semarak. 

“Kita agendakan Jelajah Alam Bengkulu Utara sebagai event tahunan. Bila perlu, kita usahakan hadiah mobil tahun depan!” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Utara Mustarani Abidin menambahkan, JABU #1 menjadi pembuktian. Bukti jika daerahnya memiliki sesuatu yang layak dijual. Dari kegiatan ini, terlihat sekali dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Silakan cek, semua hotel penuh dalam dua hari ini. Tak ada lagi kamar kosong untuk tamu. Usaha kuliner pun ramai pembeli. Semua warga merasakan manfaatnya. Minimal ini jadi hiburan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Untuk diketahui, peserta offroad pada JABU #1 kali ini sebanyak 120 peserta. Dari lokal Bengkulu Utara sendiri sebanyak 30 peserta. Selebihnya berasal dari Mukomuko, Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Kaur, Rejang Lebong dan Lebong sebanyak 82 peserta. Kemudian dari provinsi lain yakni Jambi, Lampung, dab Palembang 8 peserta.

Sementara untuk peserta motocross, panitia mencatat ada 750 peserta. Termasuk di dalamnya Bupati Mukomuko Choirul Huda. Bahkan, Bupati Bengkulu Utara Mian pun ikut dalam rombongan terakhir. Termasuk Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, Sekkab Bengkulu Utara Haryadi, dan Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara. 

Untuk mengikuti event ini, peserta cukup membayar uang pendaftaran sebesar Rp500 ribu. Dengan biaya tersebut, peserta sudah mendapat makan dan costum. Jika beruntung, peserta juga akan mendapatkan doorprize berupa sepeda motor, mesin cuci, handphone, dan sejumlah barang elektronik.

Sementara Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, menilai event ini berdampak baik bagi ekonomi.

“Goal dari event ini, ekonomi masyarakat bisa terdongkrak. Hotel-hotel penuh, dan rumah makan menjadi lebih ramai. Sebab, selama ini sangat jarang ada pendatang yang bermalam di Bengkulu Utara. Kalau pun ada kepentingan di sini, biasanya menginapnya tetap di Bengkulu (pusat),” beber wanita yang biasa disapa Iyung itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, olahraga-olahraga yang sangat potensial dikembangkan sebagai sport tourism terbagi menjadi dua, hard sport tourism dan soft sport tourism.

Hard sport tourism yaitu pariwisata olahraga yang terkait dengan acara besar yang bersifat regular. Seperti Olimpiade, Asian Games, Sea Games dan World Cup. Sementara soft sport tourism adalah pariwisata olahraga yang unsur gaya hidupnya besar. Seperti lari, hiking, golf, dan biking.

"Kita masih kurang konektivitas pelayanan dasar dan infrastruktur. Minat masyarakat atau wisatawan lokal terhadap sport tourism sebenarnya juga masih rendah. Perlu adanya peningkatkan awareness masyarakat dengan melakukan promosi, dengan menyusun strategi untuk meningkatkan daya tarik terhadap sport tourism," ujarnya. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau