Advertorial

Tarian Era-Era Bikin Pembukaan Festival Danau Toba 2018 Meriah

Kompas.com - 07/12/2018, 09:14 WIB

SUMATERA UTARA - Pembukaan Festival Danau Toba (FDT) 2018 berlangsung meriah. Terlebih saat seluruh peserta festival disambut Tari Era-era. Event ini disambut sangat antusias oleh masyarakat cukup tinggi. Bahkan, setengah jam sebelum acara dimulai, pengunjung tak bisa lagi membawa kendaraan ke lokasi. Jalanan padat. Anak-anak hingga orang tua, dari wisatawan lokal hingga mancanegara, semua memilih berjalan kaki.

FDT 2018 digelar di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. FDT dibuka sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (05/12), oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumatera Utara Sabrina.Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Dairi, Johnny Sitohang dan Irwansyah Pasi; Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara Hidayati; Serta Koordinator Tim Calender of Event Kementerian Pariwisata, Raseno RM.

Rombongan disambut dengan Tarian Era-era, dibawakan sejumlah muda-mudi dengan balutan pakaian khas Batak bercorak merah-hitam.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara yang juga sebagai Ketua Panitia FDT Hidayati mengatakan, tujuan diadakannya FDT antara lain untuk melestarikan seni budaya Sumatera Utara. Termasuk sebagai sarana promosi potensi budaya, kuliner, dan destinasi wisata yang ada.

"Ada banyak kegiatan yang akan digelar selama acara FDT berlangsung, yakni mulai tanggal 5 hingga 8 Desember ini," ujarnya.

Kegiatan tersebut yakni kirab budaya, karnaval budaya, festival kopi, festival kuliner, lomba Vocaloid group, lomba seruling, lomba paduan suara, lomba fun triatlon, fashion show, serta malam pagelaran seni dan budaya.

Kemudian ada lomba kayak, lomba hammock, permainan tradisional, art collaboration, pentas artis dan pameran pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif.

Bupati Dairi Johnny Sitohang menuturkan, Danau Toba adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai. Saat ini, Danau Toba tengah diusulkan agar masuk daftar UNESCO Global Geoparks.

"Jika Danau Toba sudah masuk UNESCO Global Geopark, maka manfaatnya akan kembali ke kita. Secara otomatis, Danau Toba akan terpromosikan dengan lebih luas. Ini sangat memungkinkan dapat mendongrak kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman," bebernya.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumatera Utara Sabrina menambahkan, Danau Toba adalah salah satu dari empat destinasi wisata super prioritas Indonesia selain Mandalika, Labuhan Bajo, dan Borobudur.

Dengan kata lain, Danau Toba bukan hanya milik Sumatera Utara, tapi sudah menjadi milik Indonesia. Harapannya, turis mancanegara semakin meningkat.

"Danau Toba ditarget mampu menyerap 1 juta turis mancanegara di tahun 2018. Karena itu, sudah seharusnya pemerintah Sumatera Utara baik provinsi maupun kabupaten/kota, bahu membahu memajukan destinasi Danau Toba," imbaunya.

Sementara Koordinator Tim Calender of Event Kementerian Pariwisata Raseno RM sangat mengapresiasi gelaran FDT 2018. Menurutnya, pengunjung cukup meriah dengan dukungan masyarakat sekitar.

"Kita lihat Danau Toba sangat indah. Terkenal sejak dulu, bahkan hingga ke mancanegara. Ditambah lagi seni budaya dan ragam kuliner yang akan ditampilkan dalam FDT kali ini," ujarnya.

Raseno berharap, destinasi Danau Toba semakin berkembang, dan FDT semakin meriah dari tahun ke tahun. Apalagi, infrastruktur menuju Danau Toba sudah semakin membaik.

Ketua Pelaksana Calendar of Event 2018 yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti mengungkapkan, berbagai sarana dan prasarana terus dibenahi untuk mendukung perkembangan Danau Toba. Saat ini, Bandara Silangit pun sudah berstatus internasional.

"Kondisi ini semakin menguntungkan. Sebab, turis dari Malaysia dan negara lain bisa dengan mudah berkunjung ke Danau Toba. Setidaknya, soal infrastruktur sudah cukup memadai. Tinggal kita perhatikan hal lain, misalnya pelayanan. Pelayanan ini tak kalah penting agar wisatawan tidak kapok datang ke mari. Dengan pelayanan yang baik, maka dolar, ringgit, real dll, akan terus berjatuhan di sini," bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata terhitung paling cepat dibanding sektor lain. Selain melakukan promosi dan pembenahan di segala bidang, ia berharap pengembangan Danau Toba tetap memperhatikan lingkungan agar bisa berkelanjutan.

"Jaga kelestarian Danau Toba dengan memperhatikan kebersihan lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan. Dengan begitu, wisatawan pun akan nyaman," tandasnya.

Festival Danau Toba 2018 resmi dibuka dengan pemukulan Genderang Pakpak oleh Sekprov Sumatera Utara Sabrina, didampingi seluruh pejabat yang hadir pada acara tersebut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau