Advertorial

Raih Online Popular City Guangzhou International Award 2018, Bukti Nyata Partisipasi Publik

Kompas.com - 12/12/2018, 14:41 WIB

Kesuksesan Kota Surabaya dalam meraih Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city merupakan bukti nyata partisipasi publik di Kota Surabaya sangat tinggi. Kategori yang ditentukan melalui voting ini juga menunjukkan bahwa warga Surabaya peduli pada kotanya.

Penghargaan internasional ini juga semakin menunjukkan posisi Kota Surabaya sejajar dengan kota-kota besar di dunia. Melalui penghargaan ini pula, mimpi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memasukkan Surabaya dalam peta dunia akhirnya terwujud. Apalagi, selama ini sudah banyak penghargaan tingkat dunia yang diraih Kota Surabaya, sehingga Surabaya semakin diperhatikan dunia internasional.

Pencapaian Surabaya hingga saat ini, memang tidak lepas dari kepemimpinan Wali Kota Risma yang tak kenal lelah membangun kotanya. Selain itu, partisipasi publik dalam menjaga lingkungannya, juga patut diacungi jempol. Inilah sejatinya kekuatan Surabaya dalam meraih berbagai penghargaan di tingkat dunia.

Partisipasi publik itu kembali ditunjukkan warga kota ketika Surabaya mengikuti penghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation. Melalui voting, publik ramai-ramai mendukung Surabaya untuk memperoleh penghargaan itu. Bahkan, di berbagai media sosial, ajakan untuk voting mendukung Surabaya selalu ramai diperbicangkan. Hingga akhirnya, Kota Surabaya berhasil meraup suara sebanyak 1.504.535. Total suara inilah yang mengantarkan Surabaya meraih penghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city.  

-- -

Di posisi kedua, ada Kota Yiwu, China yang memperoleh total suara 1.487.512. Kemudian disusul Kota Santa Fe, Argentina dengan perolehan sebanyak 863.151 suara. Selanjutnya, disusul dengan kota-kota besar lainnya dari berbagai negara di dunia, seperti Sydney (Australia), Salvador (Brazil), Repentigny (Canada), Santa Ana (Costa Rica), Milan (Italia), Guadalajara (Mexico), Utrecht (Belanda), Kazan (Rusia), e-Thekwini (Afrika Selatan), Mezitli (Turkey) dan New York (Amerika Serikat).

Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Surabaya dan juga Indonesia atas dukungannya dalam penghargaan ini. “Penghargaan yang diperoleh tidak lepas dari dukungan seluruh warga Indonesia yang melakukan vote untuk Kota Pahlawan. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungannya,” ungkapnya saat bertemu awak media Senin, (10/12/2018).

Menurut Risma -sapaan Tri Rismaharini-, total ada 213 kota dari 70 negara yang kemudian diseleksi menjadi 45 kota. Selanjutnya, diseleksi kembali menjadi 15 kota sebagai finalis. Meski belum berhasil masuk kategori pemenang utama, namun Risma tidak berkecil hati. Menurut dia, penghargaan sejatinya bukanlah tujuan utama, melainkan yang lebih penting adalah bagaimana warga Surabaya bisa sejahtera.

“Pencapaian ini sudah sangat membuat Surabaya dikenal dan sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia. Apalagi Surabaya satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu menembus babak final. Ke depan, kami tidak mau berlarut dalam pencapaian ini. Kita harus lebih bekerja keras,” terangnya. (adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau