kabar mpr

Ketika Sosialisasi Empat Pilar MPR Dikemas Lewat Pentas Wayang

Kompas.com - 12/12/2018, 16:54 WIB
- -

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR melalui pagelaran wayang yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin malam (10/12/2018) dikemas lain dari biasanya.

Kesenian wayang yang digelar merupakan kolaborasi wayang kulit dan wayang orang. Dua kesenian itu digelar dalam satu panggung, satu dalang, dengan lakon cerita Sumpah Setyaki. Pertunjukan pun menjadi tontonan unik yang menarik.

Kolaborasi wayang kulit dan wayang orang ini merupakan ide anggota MPR RI Kelompok DPD RI, Bambang Sadono. Sebagai penggemar wayang, ia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Jepara.

Pagelaran ini bekerja sama dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Jepara. Pelaksana kegiatan dari setjen MPR pun menghadirkan grup wayang kulit dari Rembang dengan dalang Ki Sigit Ariyanto atas saran Bambang Sadono.

Sementara itu, wayang orang diperankan oleh mahasiswa seni tari Universitas Negeri Semarang (UNES). Mereka dibina oleh dosen seni tari UNES, Restu Lanjari yang juga merupakan istri Bambang Sadono.

- -

Acara dibuka oleh Bambang Sadono yang mewakili pimpinan MPR, ditandai oleh penyerahan tokoh wayang (Setyaki) darinya kepada dalang. Acara ini disaksikan oleh Kepala Biro Humas MPR, Siti Fauziah yang juga menjadi panitia acara.

Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga, dan Layanan Informasi Biro Humas, Muhamad Jaya, Ketua PWRi Jepara, HM Suharno juga ikut menyaksikan jalannya acara.

Selain itu, acara juga turut disaksikan oleh Forkompimda Kabupaten Jepara, Camat Jepara, Muhamad Syafi’i, Forkompimda Kecamatan Jepara, dan tokoh masyarakat, agama, serta ratusan warga setempat.

Dalam sambutannya, Bambang menjelaskan bentuk kolaborasi wayang kulit dan wayang orang ini. Menurutnya potongan cerita dalam wayang kulit dipadukan dengan wayang orang. Jalan cerita pun menjadi lancar dan menyatu.

Guna melancarkan kolaborasi ini, pemeran wayang orang berlatih empat hari tanpa dalang dan beberapa saat sebelum pementasan dimulai, mereka berlatih bersama dalang.

Budaya wayang dan lakon Sumpah Setyaki

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pengkajian MPR ini melanjutkan, Sosialisasi Empat Pilar di kalangan masyarakat Jawa Tengah paling pas dilakukan melalui sarana pagelaran seni budaya wayang.

Hal itu karena wayang adalah seni yang merakyat dan ceritanya mudah dicerna. Bambang pun mengusulkan agar jumlah pementasan seni budaya di Jawa Tengah ditambah lagi di masa depan.

Ia juga menjelaskan lakon certita Sumpah Styaki yang sengaja dipilih karena tokoh utamanya sangat sejalan dengan nilai-nilai Empat Pilar. Menurut penjelasan Bambang, Setyaki adalah sosok pejuang yang sangat ikhlas dan sama sekali tidak tertimpa kasus.

Meski bertubuh kecil dan berkulit hitam, Setyaki tetap berjuang membela pemimpinnya tanpa diperintah. “Setyaki adalah simbol seorang yang ikhlas dalam berjuang,” ujar Bambang.

Sementara itu Siti Fauziah dalam laporannya mengungkapkan penghargaan upaya Bambang Sadono dalam pelestarian seni budaya tradisional Jawa, khususnya wayang. Kolaborasi ini menurutnya menunjukkan kecintaan Bambang Sadono akan kesenian Jawa.

Bentuk pelestarian seni budaya tradisional yang penuh pembelajaran

Media seni budaya tradisional yang digunakan MPR sebagai salah satu metode sosialisasi juga merupakan upaya untuk melestarikannya.

“Kalau kita kurang hati-hati, seni bidaya leluhur kita bisa punah. Karenanya perlu dilestarikan,” ujar Siti.

Ia melanjutkan, seni budaya tradisional harus dijaga keberlangsungannya karena terdapat banyak tuntunan. Lakon Sumpah Setyaki menurut Siti juga mengandung banyak nilai-nilai pelajaran yang berharga.

- -

“Saya berharap apa yang disampaikan dalam pada malam ini bisa dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dia.

Bupati Jepara, H Marzuki juga menyatakan harapan yang sama. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Camat Jepara, Muhamad Syafi’i, ia berharap nilai-nilai Empat Pilar dapat merasuk ke jiwa masyarakat Jepara secara aktual, dalam setiap aspek kehidupan.

Apresiasi acara ini turut disampaikan pleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Pihaknya pun menyambut baik baik kerja sama PWRI Kabupaten Jepara dan Setjen MPR dalam penyelenggaraan sosialisasi Empat Pilar ini.

Menurut Marzuki, pada dasarnya Empat Pilar Kebangsaan terdiri Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sehingga perlu untuk dipahami masyarakat.

“Sangat penting untuk dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Repulik Indonesia, khususnya masyarakat Jepara,” ujar Muhammad Syafi’i yang membacakan sambutan Bupati Jepara.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: