Kilas

Bangkitkan Budaya Minum Jamu, Menko Puan Ajak Milenial Konsumsi Jamu

Kompas.com - 12/12/2018, 20:40 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengenalkan jamu dan herbal nusantara kepada kaum muda Indonesia.

Kegiatan tersebut ia lakukan dengan cara menyelenggarakan acara Pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 di Smesco Tower, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Menko Puan mengatakan bahwa pemahaman manfaat dari jamu dan herbal harus disosialisasikan secara masif, terutama kepada anak-anak dan generasi muda atau generasi milenial saat ini.

"Melalui sosialisasi pada generasi muda, tentu akan meningkatkan konsumsi jamu dan herbal –yang juga harus memiliki persyaratan aman dan bermanfaat bagi kesehatan–," ujar Puan.

Menko Puan kemudian mengisahkan bagaimana dirinya sejak muda hingga kini rajin mengonsumsi jamu.

Baca jugaDi Wina, Menko PMK Promosikan Jamu Indonesia Berteknologi Iradiasi

Menurutnya, hal tersebut merupakan ajaran sang ibu yang sampai sekarang ia teruskan dengan mengajak anaknya untuk juga mengonsumsi jamu.

Menko Puan saat menghadiri acara Pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 di Smesco Tower, Jakarta, Rabu (12/12/2018).Dok. Humas Kemenko PMK Menko Puan saat menghadiri acara Pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 di Smesco Tower, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Apresiasi kinerja BPOM

Selain itu, Menko Puan sangat mengapresiasi kinerja BPOM yang telah mengenalkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) kepada para UMKM jamu di Indonesia.

Dengan begitu, lanjutnya, produk jamu produksi UMKM akan lebih higienis dan menarik. Kemudian pada akhirnya, akan lebih banyak orang percaya pada produk jamu UMKM.

"Meski begitu, riset dan inovasi perlu terus dikembangkan agar dapat meningkatkan daya saing," jelas Puan.

Dalam pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018, Menko Puan menyerahkan pula sertifikat CPOTB dan Nomor Ijin Edar kepada para UMKM.

Menko Puan yang didampingi oleh Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga, Kepala BPOM Penny Lukito, serta Ketua GP Jamu Irwan Hidayat pun mengajak para undangan untuk meminum jamu bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus pula menjadi dukungan terhadap gerakan Penggalangan Gerakan Budaya Minum Jamu untuk membangkitkan kembali budaya minum jamu.

Dengan begitu diharapkan jamu bisa dikonsumi oleh banyak orang dan menjadi minuman keluarga.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau