kabar mpr

Wakil Ketua MPR: Empat Pilar Buah Perjuangan Reformasi Mahasiswa

Kompas.com - 17/12/2018, 18:49 WIB

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) memiliki hubungan yang begitu erat dengan mahasiswa Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serba Guna Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Senin (17/12/2018).

Menurut HNW, hubungan itu bermula dari perjuangan mahasiswa pada 1998 silam yang menghadirkan era reformasi sehingga Indonesia memasuki era perubahan, termasuk UUD 1945 sebagai salah satu elemen penting negara.

Reformasi juga menghadirkan bentuk pemahaman dan penerapan yang baru terhadap empat pilar MPR. Perubahan itu membuat empat pilar itu bukan lagi sekadar indoktrinasi, tetapi berupa kesadaran akan pentingnya keempatnya bagi rakyat dan negara Indonesia.

“Sangat penting bagi generasi muda mahasiswa Indonesia era kekinian untuk semangat dan serius berupaya memahami dan mengimplementasikan Empat Pilar,” ujar HNW.

Ia melanjutkan, salah satu caranya adalah melalui acara Sosialisasi Empat Pilar yang digencarkan MPR RI sesuai amanah Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014.

Lanjutkan perjuangan mahasiswa

Menurut HNW, mahasiswa Indonesia saat ini wajib memahami bahwa Empat Pilar adalah hasil perjuangan mahsiswa. Perjuangan itu harus dilanjutkan dengan dipahami dan diterapkan. Negara pun melihat pentingnya pemahaman Empat Pilar bagi masyarakat.

“Sehingga melalui UU MD3 mengamanahkan lembaga MPR RI untuk melakukan sosialisasi Empat hal penting itu yang kemudian dilaksanakan MPR RI dengan berbagai metode kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.

HNW menekankan, pemahaman dan penerapan Empat Pilar yang baik oleh generasi muda akan menjadi benteng dari dampak negatif era modernisasi dan perkembangan teknologi.

Selain itu, pemahaman dan penerapan Empat Pilar juga akan menjadi filter atau penyaring dalam menghadapi tahun politik. Contoh konkretnya adalah tidak terpengaruh untuk saling berkonflik akibat beda pendapat.

Acara bertema Generasi Muda, Generasi Penjunjung Tinggi Empat Pilar yang merupakan kerja sama MPR RI dengan BEM Unila ini dihadiri Badan Sosialisasi MPR RI, Al Muzzamil Yusuf dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Bujang Rahman.

Selain itu, hadir pula pimpinan dan anggota BEM Unila. Acara diikuti oleh lebih dari seribu generasi muda yang terdiri dari mahasiswa Unila dan perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi, serta pelajar SMA di sekitar Lampung.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau