Advertorial

Modernisasi Infrastruktur Telekomunikasi melalui 100% Fiber Optic

Kompas.com - 19/12/2018, 17:23 WIB

Jakarta, 19 Desember 2018 - PT Telkom  Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan Information & Communication Technology (ICT) melalui modernisasi jaringan melalui fiber optic. Keberhasilan modernisasi infrastruktur telekomunikasi 100% fiber optic di Mataram menjadikan Mataram sebagai Modern Broadband City ke-90. Peresmian Mataram Modern Broadband City tersebut dilakukan oleh Walikota Mataram Ahyar Abduh bersama Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin di Mataram, Rabu (19/12).

Peluncuran Mataram Modern Broadband City ini diapresiasi oleh Walikota Mataram Ahyar Abduh. Menurutnya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi milik Telkom tersebut telah menyejajarkan Kota Mataram dengan kota besar lainnya. “Kecepatan akses internet yang didukung fiber optic diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian digital di Kota Mataram,” ujarnya.

Ahyar Abduh berharap, sinergi antara pemerintah kota dengan Telkom yang telah terjalin selama ini dapat lebih ditingkatkan lagi agar kota Mataram dapat meningkatkan pelayanan publik dalam rangka mewujudkan kinerja pemerintahan yang baik.

Sementara itu, Zulhelfi mengatakan bahwa pada era digital ini, modernisasi infrastruktur 100% fiber optic di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Mataram  diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan broadband berkualitas.

Peresmian Mataram Modern Broadband City dilaksanaan bersamaan dengan shutdown atau mematikan Sentral Telepon Otomat (STO) Mataram sebagai simbol keberhasilan modernisasi infrastruktur telekomunikasi di Kota Mataram. Dengan modernisasi jaringan menjadi fiber optic, masyarakat dapat merasakan pengalaman baru menikmati layanan ICT berkualitas, termasuk akses internet berkecepatan tinggi.

“Modernisasi STO Mataram ini merupakan bukti komitmen Telkom untuk terus membangun infrastruktur broadband di seluruh Indonesia untuk mempercepat terbentuknya masyarakat digital Indonesia,” ujar Zulhelfi. Kehandalan Mataram Modern Broadband City didukung oleh 40 ribu port fiber, 578 Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel  dan 1.100 access point Wifi.id. Adapun modernisasi infrastruktur serta migrasi pelanggan di Mataram  telah dilaksanakan sejak 2014 melalui penggantian kabel tembaga menjadi fiber optic.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, telah digelar kabel optic sepanjang 2.154 kilometer. Infrastruktur tersebut juga didukung oleh 976 BTS Telkomsel dan 1.530 access point Wifi. Sementara untuk memaksimalkan layanan IndiHome di wilayah tersebut, Telkom telah menggelar 79 ribu port fiber.

“Telkom terus membangun infrastruktur jaringan digital dan menyediakan berbagai layanan digital melalui program Indonesia Digital Network untuk menjadi motor penggerak pembangunan masyarakat digital dan mempercepat pembangunan ekonomi di Indonesia,  sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” tutup Zulhelfi.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau