Advertorial

Keren, 3 Event Bintan masuk CoE 2019

Kompas.com - 28/12/2018, 11:09 WIB

JAKARTA – Tahun 2019, pariwisata Bintan, Kepulauan Riau, akan semakin kinclong. Sebab tiga event Bintan masuk dalam Calendar of Event Wonderful 2019 Kementerian Pariwisata.  

Ketiga event itu adalah Bintan Triathlon yang masuk kategori Top 10, dan Tour de Bintan serta IronMan 70.3 Bintan yang berada di Top 100 CoE 2019. 

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira, dari total 6 event di Kepulauan Riau yang masuk Calendar of Event Kemenpar, 3 event diantaranya berada di Bintan. 

"Kita berbahagia atas apresiasi dan penilaian dari team Kurator Event Kementrian Pariwisata yang telah memasukkan beberapa Event di Bintan dalam CoE WI 2019. Kita berusaha bersama-sama untuk memajukan pariwisata Indonesia dalam hal event," jelasnya, Rabu (26/12). 

Menurut Luki, wisatawan yang datang ke  Bintan layaknya "sambil menyelam minum air". Maksudnya, sambil liburan di Bintan wisatawan bisa sekalian menikmati event bertaraf Internasional.  

“Kunjungan wisatawan ke Bintan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pastinya ini diharapkan akan dapat meningkatkan industri Pariwisata di Kepulauan Riau dan target 4 juta Wisman akan tercapai,” tutur Luki. 

Selain mendapatkan event-event bertaraf internasional, wisatawan yang datang ke Bintan juga bisa menikmati keindahan alam. Sebab, Bintan memiliki banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi. 

Salah satunya, Lagoi, yaitu pantai yang memiliki segudang pesona keindahan alam. Pantai ini memiliki sederetan pohon kelapa yang berbaris di sekeliling pantai dan bersih.  

Ada juga Gurun Pasir Busung dan Danau Biru, bekas penambangan pasir. Danau Biru yang terbentuk adalah bekas penambangan pasir yang sudah mengeras seperti karang. Bekas galian terisi air hujan yang lama kelamaan berubah menjadi telaga air berwarna biru. 

Kemudian ada Pantai Trikora, pantai dengan pasir putih dengan ombak yang landai dan bebatuan indah. Ada juga Hutan Mangrove dengan hamparan pohon mangrove alami. Hutan mangrove memiliki panjang 6,8 kilometer . 

Semua keindahan itu, dilengkapi resort-resort mewah, jalan yang mulus, hamparan pantai yang luas, hutan bakau yang lebat. Dan yang pasti, biota lautnya yang masih terjaga. 

Akses menuju Bintan Juga sangat mudah. Bisa ditempuh melalui darat, laut, dan udara. Melalui jalur darat perjalanan menuju Bintan bisa ditempuh selama 1 jam dari Tanjungpinang. 

Kalau melalui jalur laut, bisa naik kapal feri jika dari Singapura, Malaysia dan Batam memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. 

Sedangkan via udara, sudah ada Bandara Internasional Raja Ali Haji Fisabilillah Tanjungpinang, yang mempunyai akses penerbangan dari Jakarta, Pekanbaru, Batam, Natuna, dan Anambas. 

Menteri Pariwisata menegaskan, Kemenpar akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (crossborder tourism) pada 2019. Termasuk di Kepri. Dan Ini sebagai upaya tercapainya target kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta wisnus. 

Dan untuk merealisasikan target besar itu, harus diikuti kesiapan dengan 3A (Akses, Atraksi, Amenitas). Dan Bintan telah memiliki semua itu. 

"Jika Pariwisata itu celana, kantung kanan (Bali) kantung kiri (Jakarta) kantung belakang Kepri. Dan Bintan dengan segala potensinya, kita harapkan bisa mendatangkan wisatawan mancanegara. Khususnya, wisatawan yang berada di perbatasan,” paparnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau