Advertorial

Semenit Jadi, Bisa Legakan Tenggorokan dan Redakan Batuk

Kompas.com - 03/01/2019, 22:13 WIB

Banyak makanan enak yang tanpa sadar jadi pemicu sakit tenggorokan dan batuk. Gak percaya? Nasi padang, burger, kentang goreng, fried chicken, es krim, gorengan, apalagi rokok atau asap rokok, dapat menjadi pemicu batuk.

Tak perlu khawatir, meski kita dikepung dengan banyak makanan enak yang sangat menggoda untuk dikonsumi, ada cara mudah untuk mengobati sakit tenggorokan dan batuk. Cara ini mudah, karena kita bisa lakukan di rumah atau di mana pun.

The UK’s National Health Service, memberikan tips untuk mengobati batuk di rumah. Pertama, perbanyak minum karena dengan banyak minum akan membantu selaput lendir tetap lembap. Kedua, minuman hangat untuk membantu membuat mati rasa di bagian belakang tenggorokan dan mengurangi refleks batuk.

Agar lebih berkhasiat, kita dapat menambahkan beberapa campuran di dalam minuman. Caranya, siapkan air hangat dalam satu buah gelas, lalu sediakan dua ruas jahe yang telah digeprek, untuk menambah rasa manis siapkan 2 sendok makan madu dan campurkan ke dalam gelas berisi air hangat dan jahe yang telah digeprek. Setelah disiapkan semua bahan-bahannya, seduh, dan minum.

Jahe memiliki khasiat untuk meredakan sakit tenggorokan dan mengurangi batuk karena sifat analgesik alami. Jahe memiliki kandungan obat, oleoresin, yang berkhasiat antitusif untuk meredakan dan menekan batuk. Sementara madu dengan khasiat antimikrobanya, berperan melapisi tenggorokan dan memicu mekanisme tenggorokan saat menelan sehingga mengurangi rasa sakit.

Cara di atas tidak terlalu sulit, tapi jika kita tidak mau susah dan repot untuk menyiapkan bahan-bahannya. Ada satu cara yang lebih efektif, mudah dan enak, meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Caranya, siapkan secangkir teh hangat dan satu sachet HerbaKOF. Untuk menambah rasa manis, bisa dicampurkan dengan madu alami.

Tidak sampai satu menit, cara ini sangat digemari oleh pengguna HerbaKOF dalam mengonsumsinya, saat mereka batuk. Bagaimana rasanya? Rasa jahe yang ada di HerbaKOF akan memberikan sensasi rasa hangat dan sangat melegakan tenggorokan. Sementara campuran teh untuk HerbaKOF akan menambah kenikmatan meneguknya.

Kenapa HerbaKOF? Sejak kemunculannya 3 tahun yang lalu, HerbaKOF sangat digemari karena keampuhannya mengobati sakit tenggorokan dan batuk. Selain mudah didapat di toko online atau toko terdekat dari rumah Anda, HerbaKOF jadi cara mudah dan praktis mengobati batuk.

HerbaKOF merupakan obat herbal modern yang dibuat dari 100 persen herbal alami ekstrak daun legundi, rimpang Jahe, daun saga, dan buah mahkota dewa yang diproses melalui teknologi modern Advanced Fractionation Technology (AFT) serta dikembangkan di laboratorium Dexa Laboratories of Biomolecullar Sciences (DLBS) oleh para ilmuwan Indonesia.

Jadi, jangan tunggu batuk makin mengganggu. Segera ambil HerbaKOF baik kemasan sirup, tablet, atau pun sachet. Dapatkan HerbaKOF di toko online atau pun toko terdekat dari rumah Anda. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau