Advertorial

Momentum Tapaki Jalan Terjal di Liga Kompas Kacang Garuda U-14

Kompas.com - 11/01/2019, 10:24 WIB

Pekan ke-19 Liga Kompas Kacang Garuda U-14 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (6/1/2019), laga pertama tahun 2019, menjadi momentum tim penghuni dasar klasemen untuk berjuang memperbaiki posisi. Tanpa perjuangan ekstra, harapan tim papan bawah untuk terhindar dari degradasi dan kembali berkompetisi musim depan akan sirna.

Empat tim terbawah yang terancam terdegradasi adalah Astam di posisi paling bawah dengan 4 poin, Mandiri Selection SS (7), Bina Taruna Cibubur (9), dan JFA (9). Untuk lolos dari zona degradasi, keempat tim tersebut harus berjuang ekstra keras menempati minimal peringkat ke-11 yang kini dihuni Kabomania dengan 17 poin. Adapun tim peringkat ke-12 dan 13 masih berpeluang untuk bertahan melalui babak play off setelah musim berakhir.

Secara matematis, peluang keempat tim itu untuk bertahan di musim depan masih terbuka karena masih ada 12 pertandingan tersisa. Kuncinya ada pada kejelian pelatih sebagai arsitek tim untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan meramu taktik terbaik untuk meraih kemenangan dan mengumpulkan poin.

”Yang paling penting membangkitkan kepercayaan diri anak-anak lagi. Pada putaran pertama, mental bertanding mereka drop,” kata Pelatih Astam Zainal Anwar saat dihubungi dari Jakarta hari Sabtu (5/1/2019).

Ia menambahkan, kepercayaan diri anak asuhnya menurun saat timnya mendapat sanksi pengurangan satu poin setiap laga sejak pekan ke-11 hingga akhir musim akibat satu pemain kedapatan bermain lebih dari satu liga. Tiga tim lain mendapat sanksi serupa, yaitu Ragunan dan Siaga Pratama, sejak pekan ke-13 serta ASIOP Apacinti pada pekan ke-14.

Zainal menilai, sanksi itu sebagai pelajaran berharga bagi anak asuhnya untuk lebih disiplin jika ingin menjadi pesepak bola profesional. Persoalan disiplin itu yang selama ini juga memengaruhi performa tim karena tidak semua pemain hadir setiap latihan. Belajar dari kekurangan itu, timnya terus berbenah dan kini lebih siap kembali bertanding. Pada pekan ke-19, Astam menghadapi Kabomania yang pekan lalu bermain imbang 1-1 dengan ASIOP Apacinti.

Adapun Mandiri Selection akan bertemu Matador Mekarsari yang telah mengumpulkan 21 poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen. Pelatih Mandiri Selection Muksin Alatas mengatakan, pada awal tahun timnya menargetkan meraih poin dalam setiap laga dengan membenahi pertahanan tim. Ia optimistis timnya masih memiliki peluang untuk menembus 10 besar.

”Materi latihan lebih banyak soal transisi dari menyerang harus cepat kembali bangun pertahanan. Pekan lalu melawan Astam, karena kesalahan transisi, kami kebobolan,” kata Muksin mengomentari hasil imbang 1-1 pada laga itu.

Di puncak klasemen, kesuksesan Salfas Soccer menggusur Ragunan dari urutan teratas meningkatkan kepercayaan diri tim debutan itu. Mereka bertekad mempertahankan posisi puncak dengan meraih poin pada setiap pertandingan, termasuk saat menghadapi Pelita Jaya pada pekan ke-19.

Pelatih Salfas Irwan Salam mengatakan, untuk menjaga tren positif itu, anak asuhnya berlatih fisik sekali sepekan dan mempertajam kemampuan penyelesaian akhir. (Adv)

Tulisan ini telah terbit di Harian Kompas pada 6 Januari 2019 (Kompas/E13). Liga Kompas Kacang Garuda disponsori oleh Kacang Garuda, didukung oleh SKF dan Oraga.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau