Advertorial

Jawab Tantangan, Gofar Hilman Bercukur Sambil “Drifting”

Kompas.com - 11/01/2019, 14:21 WIB

Hal perkara bercukur sempat menjadi pembicaraan hangat di antara para warganet. Pasalnya, penyiar radio sekaligus influencer Gofar Hilman yang dikenal dengan akun @pergijauh ini menjawab tantangan warganet untuk bercukur sembari berada di mobil yang sedang drifting.

Tantangan ini dimulai dari dirinya yang mengisahkan kebiasaannya mencukur kumis dan jenggot di mobil karena padatnya aktivitas. “Gue emang biasa kalau cukuran itu di mobil pas macet. Soalnya pagi-pagi harus siaran, jadi gak sempet dandan apalagi cukuran,” ujarnya.

Pada saat itulah Gofar mendapat tantangan dari Akbar Rais, salah satu drifter ternama Indonesia yang juga masih rekan dari Gofar. Akbar memberikan tantangannya melalui kolom komentar Instagram milik Gofar.

Tantangan tersebut dijawab lewat salah satu episode vlog Gofar, dimana dirinya menemui Akbar di salah satu pelataran parkir di Jakarta. Sebelum memasuki mobil, Akbar sempat menyampaikan keraguannya apakah Gofar dapat bercukur saat mobil drifting tanpa terluka. “Tapi do it on your own risk ya? Karena biasanya kan kalau cukuran tuh suka iritasi kalau gak hati-hati, apalagi kalau sambil drifting kaya gini,” ujar Akbar.

Menghadapi tantangan tersebut, Gofar menggunakan Philips Shaver AquaTouch S777. Alat cukur terbaru dari Philips ini sangat praktis, dan memiliki teknologi terkini yang memungkinkan penggunanya terhindar dari iritasi dan luka baret saat bercukur. “Kalau emang bisa berhasil cukuran sambil drifting tanpa baret dan luka, berarti cukuran ini emang skut,” ujar Akbar menantang Gofar.


Aksi drifting dari Akbar pun langsung dimulai sesaat setelah mereka berdua memasuki mobil yang telah disiapkan. Saat mobil yang dikendarai Akbar meliuk liar di pelataran parkir, Gofar mulai bercukur seraya berteriak tegang.

Setelah bercukur bersih, akhirnya Akbar menepi dan mereka berdua turun dari mobil tersebut. Meski mobil meliuk liar dan membuat Gofar tegang, hasil cukuran menggunakan Philips Shaver AquaTouch S777 sangat rapi dan terbukti tanpa baret. “Philips aman banget ya, gak baret-baret, gak iritasi, dan gak sakit juga. Kepental-pental saat drifting aja bisa rapi dan gak baret,” ujar Gofar.

- -
 

Alat cukur terbaru dari Philips ini memiliki kepala cukur flexible dengan teknologi FlexWing yang mengikuti kontur wajah dan mampu menyisir area sulit seperti garis rahang dan leher. Selain itu, dengan teknologi ComfortCut Blade System yang mengurangi sentuhan langsung pada kulit untuk memberikan pengalaman bercukur nyaman, bebas perih dan tanpa luka.

Philips Shaver AquaTouch S777 juga dirancang 100 persen tahan air, sehingga aman untuk pencukuran basah maupun kering. “Ini juga aman kalau basah dan pakai foam, gak bakal korsleting,” ujar Gofar menambahkan.

Bagi pria modern yang sibuk dan dinamis, tentunya #PhilipsShaver AquaTouch S777 adalah pilihan alat cukur yang tepat dan praktis demi tampilan #GantengBebasBaret tentunya.

Gak sabar untuk membuktikannya sendiri? Saatnya cari tau lebih lanjut dengan klik tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau