Advertorial

Secuil Surga di Asia Tenggara Bernama Laos

Kompas.com - 11/01/2019, 14:54 WIB

Asia Tenggara adalah adalah salah satu destinasi favorit para pelancong. Sebut saja Thailand, Vietnam, dan tentunya negeri kita sendiri Indonesia menjadi destinasi wisata populer yang selalu ramai oleh pelancong sepanjang tahunnya. Keindahan wisata alam, cuaca tropis nan nyaman, serta biaya yang relatif murah menjadi sedikit dari 1001 alasan region ini selalu dipadati oleh pelancong dari seluruh dunia.

Hal yang menarik untuk disimak adalah tren liburan 2019 yang menunjukkan makin banyak orang mengincar destinasi-destinasi wisata yang tidak begitu populer. Hal ini karena para pelancong mencari pengalaman baru yang otentik. Akan tetapi, dengan riuhnya kawasan Asia Tenggara sebagai destinasi utama pelancong di seluruh dunia, bukan berarti tak ada destinasi wisata yang jauh dari kata “mainstream”.

Di antara hiruk pikuk Thailand dan Vietnam yang selalu padat karena popularitasnya, terdapat sebuah ketenangan bernama Laos yang hadir sebagai penyeimbang nuansa kawasan Indochina. Mendapuk Vientiane sebagai ibu kotanya, negara ini diapit oleh lima negara sehingga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak memiliki garis pantai dan mendapat julukan “The Land Locked Country”.

Meski tak sepopuler negara tetangganya, Laos memiliki pesona bagi para pelancong yang ingin melepaskan diri dari hiruk pikuk perkotaan dan destinasi wisata populer. Nuansa monastik dan beragam keindahan alam menjadi daya tarik utama yang ditawarkan oleh  Laos. Belum lagi jika berbicara bangunan bersejarah dan festival bernuansa religi nan mistis yang tak pernah absen setiap bulannya.

Pesona Air Terjun Kuang Si di kawasan Luang Prabang, Laos (Dok. Scoot) Pesona Air Terjun Kuang Si di kawasan Luang Prabang, Laos (Dok. Scoot)

Salah satu pesona alam eks protektorat Prancis ini antara lain adalah air terjun Kuang Si yang berada 29 kilometer di selatan jantung kota Luang Prabang. Panorama batuan berjenjang dan air yang begitu biru dan jernih, air terjun terbesar di provinsi ini menjadi salah satu lokasi yang wajib disambangi.

Bicara soal Luang Prabang, kota ini menjadi salah satu wilayah yang patut untuk dieksplorasi. Pasalnya kota ini terdaftar sebagai    salah satu warisan dunia oleh UNESCO sejak 1995. “UNESCO Town of Luang Prabang World Heritage Site” ini disematkan karena keunikan, bentuk arsitektur, serta warisan keagamaan dan kebudayaan yang dilestarikan dengan baik.

Vientiane pun memiliki pesona tersendiri dengan nuansa kulturalnya yang begitu kental, tak seperti pada ibu kota pada umumnya yang sibuk dan penuh hingar bingar. Di sana terdapat stupa Pha That Luang, simbol nasional dan monumen paling sakral di Vientiane. Bangunan dengan stupa keemasan setinggi 45 meter ini telah didirikan sejak 1556 oleh Raja Saysentthathrath. Stupa ini juga dikenal sebagai pusat festival keagamaan Buon That Luang yang selalu menjadi magnet besar bagi para pelancong.

Panorama menyejukkan nan damai dari Vieng Tara Villa, Van Vieng, Laos (Dok. Scoot) Panorama menyejukkan nan damai dari Vieng Tara Villa, Van Vieng, Laos (Dok. Scoot)

Jika Thailand memiliki Khaosan Road, Laos memiliki Van Vieng sebagai “surga” bagi para backpacker. Berjarak sekitar empat jam perjalanan dari ibu kota, sejak dulu desa ini selalu menjadi pusat backpacker. Selain pesta yang meriah, kawasan ini pun memiliki wahana wisata outdoor yang seru seperti bersepeda, river tubing, hingga kayaking.

Tak hanya pesona alam serta nuansa magis saja, Laos juga memiliki rangkaian kuliner penuh cita rasa. Mulai dari kuliner khas Lao yang otentik, hingga kuliner dengan sentuhan Thailand dan Prancis yang bersinggungan secara kultural dan historis. Pelancong muslim tak perlu khawatir karena Laos pun menyediakan berbagai pilihan kuliner yang halal.

Anda yang penasaran untuk menyambangi Laos sebagai tujuan petualangan berikutnya, mulai 1 April 2019 Scoot akan meluncurkan penerbangan sebanyak tiga kali dalam seminggu menuju Vientiane dan Luang Prabang melalui Singapura.

Scoot akan menjadi satu-satunya airline yang mengoperasikan penerbangan non-stop ke Laos dari Singapura. Para pelancong dari Indonesia akan disuguhi pengalaman transit terbaik dan nyaman mengingat Bandara Changi Singapura telah dinobatkan menjadi salah satu bandara terbaik di dunia sejak 2013 silam.

Di antara berbagai sensasi yang ditawarkan Laos, biaya yang diperlukan untuk akomodasi dan hiburan pun relatif murah dan beragam. Pada penerbangan menuju Vientiane dan Luang Prabang, Scoot juga menawarkan berbagai pilihan produk dan servis yang dapat dikustomisasi. Pilihan tersebut diantara lain adalah bagasi, makanan, hingga ruang kaki yang dapat disesuaikan dengan budget Anda.

Penerbangan dari Indonesia menuju Laos dari Scoot ini juga cukup terjangkau. Harga yang ditawarkan untuk penerbangan pulang-pergi mulai dari Rp 2.350.000 ke Vientiane dan Rp 2.880.000 ke Luang Prabang.

Saat ini, Scoot mengoperasikan penerbangan dari Jakarta, Denpasar, Surabaya, Palembang, dan Pekanbaru. Mulai 2020, maskapai ini akan meluaskan sayapnya ke berbagai kota lain seperti Balikpapan, Lombok, Makassar, Manado, Semarang, dan Yogyakarta.

Info selengkapnya mengenai penerbangan ke Laos dan berbagai penawaran menarik dari Scoot silahkan klik tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau