Advertorial

Dana Rupiah Konsisten Bantu Indonesia Lewat NU Peduli

Kompas.com - 22/01/2019, 15:21 WIB

Belakangan ini Indonesia kerap dilanda bencana mulai dari gempa yang meluluhlantakkan separuh Lombok, tsunami yang memakan ribuan korban di Palu dan Donggala, hingga tsunami Banten dan Lampung yang menyisakan luka mendalam.

Tak hanya harta yang habis tersapu bencana, tragedi ini membuat banyak orangtua yang kehilangan anak dan juga sebaliknya. Seperti halnya di bencana di Lombok, yang membuat hampir 2.000 anak menjadi yatim piatu.

Melihat hal ini, Dana Rupiah melalui Nahdlatul Ulama Peduli (NU Peduli) kembali turun tangan membantu para anak yatim duafa ini. Tidak hanya kebutuhan primer, Dana Rupiah sebagai salah satu perusahaan financial technology (fintech) terdepan di Indonesia ini juga turut membantu menyediakan perlengkapan sekolah untuk mereka.

Konferensi Wilayah Nadhlatul Ulama ke-13 (19/01/2018) yang bertempat di Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, adalah momentum yang baik bagi Dana Rupiah dan NU Peduli. Kesempatan ini dimanfaatkan Dana Rupiah membuktikan komitmen yang lebih kuat dalam membantu masyarakat Indonesia, terutama anak yatim piatu dan kaum duafa.

- -

"Kami berkomitmen membantu anak yatim piatu dan kaum duafa ke depannya bersama NU Peduli," ungkap Peter yang merupakan Public Relation di Dana Rupiah. Melihat hal ini, Dewan Penasehat pengurus besar NU, pak THG Muhammad Turmudzi Badaruddin menyambut baik dan berterima kasih terhadap dukungan dari Dana Rupiah.

"Kami sangat berharap komitmen baik ini bisa terus merambah ke wilayah lain di Indonesia, sebab banyak sekali kaum duafa yang membutuhkan bantuan kita", ujar Turmudzi dengan semangat.

Tak hanya membantu anak yatim piatu dan kamu dhuafa, Dana Rupiah pun melanggengkan kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) untuk mendistribusikan bantuan pendidikan untuk masyarakat Lombok secara luas.

"Kami juga akan bersiap dan bersedia membantu Dana Rupiah dalam mendistribusikan bantuan pendidikan langsung ke sasarannya. Hal ini agar bantuan yang diberikan bisa langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan", ujar Baiq Muliyanah yang merupakan Rektor UNU NTB.

Ditemui di tempat yang berbeda,CEO Dana Rupiah, Andy Zhang menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Dana Rupiah selaras dengan slogan yang dimiliki Dana Rupiah, “Kami Bantu dan Kami Peduli”.

"Kedepan jika dalam peminjaman uang dan mereka terkena bencana atau sakit bahkan mengalami kecacatan, maka orang-orang ini akan kami bebaskan dari pinjaman", ujar Andy dengan mantap.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau