Bersama Mengawal Masa Depan Bangsa dengan Penuhi Gizi Seimbang 33 Juta Anak Indonesia - Kompas.com
Advertorial

Bersama Mengawal Masa Depan Bangsa dengan Penuhi Gizi Seimbang 33 Juta Anak Indonesia

Kompas.com - 25/01/2019, 08:54 WIB
- -

Pada 25 Januari mendatang, Indonesia akan memperingati Hari Gizi Nasional (HGN). Peringatan ini merupakan momentum meningkatkan kesadaran keluarga Indonesia  mengenai pentingnya menjaga gizi seimbang, terutama untuk anak.

Pentingnya menjaga asupan gizi anak ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data dari “Profil Kesehatan Indonesia” yang diterbitkan pada 2017 silam oleh Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), 33 juta anak dengan usia dini mendominasi piramida penduduk Indonesia.

Susunan piramida penduduk tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan struktur penduduk muda. Hal ini tentu menjadi pemercik sebuah mimpi, yang mengharap 33 juta anak Indonesia ini dapat menjadi generasi maju, penggerak bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik di masa depan. Kemajuan sebuah bangsa tentunya bergantung pada kemampuan sumber daya yang unggul, dan pada 33 juta anak inilah kita menaruh harapan besar.

Mimpi tersebut tentunya tidak dapat diraih tanpa dukungan dan asupan gizi yang lengkap sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak. Asupan gizi lengkap tersebut adalah makronutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, dan air serta mikronutrisi seperti vitamin dan mineral. Selain dorongan pemerintah melalui program-programnya, keluarga memiliki peran yang besar dalam memantau dan menangani secara langsung asupan gizi seimbang anak.

Para keluarga diharapkan dapat mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi sebagai dasar dalam menerapkan gizi seimbang untuk anak. Upaya yang dapat dilakukan oleh di antaranya adalah asupan beraneka ragam makanan bergizi lengkap secara seimbang. Mulai dari karbohidrat (nasi, kentang, roti) sebagai sumber energi, protein hewani (daging sapi, ayam, ikan) dan nabati (kacang kedelai) sebagai sumber pertumbuhan, serta sokongan mikronutrisi dari sayur, buah, dan susu untuk mengawal fungsi organ dan indera.

Upaya pemenuhan gizi seimbang untuk generasi maju ini tentunya perlu diamati. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (2014) dari Kemenkes RI, keluarga dapat memantau gizi anak lewat tinggi dan berat badan sesuai usianya. Kemudian perkembangan daya pikir seperti kemampuan motorik, adaptasi sosial, serta bahasa juga dapat menjadi hal yang patut diperhatikan sebagai indikator terpenuhinya gizi anak.

Anak sehat adalah aset bangsa yang sangat berharga. Terpenuhinya gizi seimbang, menghasilkan anak yang sehat dan dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa Indonesia di masa depan. Mari kita jaga masa depan bangsa dengan menjaga asupan gizi seimbang para generasi maju kita.