Advertorial

Mulai Dari Asia, Ayo Jelajahi Dunia Tanpa Harus Membobol Tabungan!

Kompas.com - 11/02/2019, 19:07 WIB

Apakah kamu salah satu orang yang memiliki cita-cita untuk berkeliling dunia? Membayangkan diri menginjakkan kaki di negara berbeda, menikmati udara, makanan, dan budayanya yang beragam tentu menjadi angan-angan yang begitu menyenangkan. Sayangnya, cita-cita ini kadang terhalang dana. Namun percaya atau tidak, keliling dunia kini dengan anggaran terbatas kini bukan hanya mimpi.

Sebuah perjalanan besar dimulai dengan satu langkah kecil. Mulailah dengan menjelajah Asia, misalnya dengan negara tetangga seperti Singapura. Agar perjalanan lebih berkesan, cobalah menjelajahi destinasi yang belum populer. Alih-alih berkelana di Kuala Lumpur, cobalah laksa terbaik dan berkunjung ke museum kucing di Kuching, melihat kunang-kunang sambil menelusuri sungai di Kuantan, atau menjelajahi alam kaki Gunung Kinabalu di Kota Kinabalu.

Keindahan alam di kaki Gunung Kinabalu (Dolly MJ/Shutterstock.com)- Keindahan alam di kaki Gunung Kinabalu (Dolly MJ/Shutterstock.com)

Selesai dari sana, terbanglah sedikit lebih jauh lagi untuk melihat uniknya suasana dan kebudayaan Laos. Misalnya di ibukota Vientiane, dimana kamu bisa mengunjungi COPE Visitor Center untuk menelusuri sisa-sisa perang yang membuat Laos menjadi negara yang paling banyak dibom dalam sejarah. Jangan lupa untuk mengunjungi kuil Wat Sok Pa Luang untuk belajar bermeditasi.

Selain Vientiane, Luang Prabang juga salah satu kota yang wajib dikunjungi. Berbagai kuil cantik, pasar malam, hingga taman kupu-kupu dan gua alam hanyalah sedikit dari begitu banyak keseruan yang ditawarkan kota ini.

Warna-warni dan keramahan budaya khas Laos. (Sirisak Baokaew/Shutterstock.com)- Warna-warni dan keramahan budaya khas Laos. (Sirisak Baokaew/Shutterstock.com)

Keliling dunia tak selalu mahal jika kamu memanfaatkan budget airline yang tersedia, misalnya dengan Scoot yang menyediakan penerbangan berbiaya rendah ke berbagai negara. Mulai perjalananmu untuk keliling dunia dengan mengunjungi berbagai negara di Asia via Singapore bersama Scoot. Kamu bisa terbang ke Kuching dengan tiket seharga Rp 596.000 dan Kuantan dengan tiket mulai dari harga Rp 636.000. Tiket ke Kota Kinabalu pun tersedia dengan harga mulai dari Rp 590.000 saja.

Untuk kamu yang sudah tak sabar untuk menjelajahi Laos, tiket ke Luang Prabang bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 1.265.500. Sementara untuk terbang ke ibukota Laos, Vientiane bisa diperoleh mulai dari Rp 1.008.000.

Selain Jakarta, Surabaya, dan Palembang, Scoot telah menambah dua kota keberangkatan baru di tahun 2018 lalu, yakni Palembang dan Pekanbaru. Pada tahun 2020 nanti, Scoot akan menambah destinasinya menjadi 11 kota meliputi Balikpapan, Lombok, Makassar, Manado, Semarang, dan Yogyakarta.Tak hanya itu, Scoot juga terus menambah destinasi penerbangan di berbagai negara.

Sejak akhir tahun 2017 hingga sekarang, Scoot telah meluncurkan 13 destinasi baru, yakni Kuching (Malaysia), Kuantan (Malaysia), Berlin (Germany), Nanchang (China), Harbin (China), Honolulu (Hawaii, USA), Palembang (Indonesia), Pekanbaru (Indonesia), Kota Kinabalu (Malaysia), Luang Prabang (Laos), Vientiane (Laos), Trivandrum (India), Coimbatore (India) and Visakhapatnam (India).

Sebagai anak perusahaan Singapore Airlines, Scoot membawa penumpang ke seluruh dunia dan menawarkan pengalaman unik melalui tim yang memiliki Scootitude. Scootitude adalah implementasi dari kepribadian Scoot yang menyenangkan dan ditunjukkan lewat cara para kru berinteraksi ataupun aktivitas menyenangkan bersama para penumpang di pesawat.

Info selengkapnya tentang penerbangan ke Laos, Malaysia, dan berbagai penawaran menarik dari Scoot lainnya bisa dilihat di tautan ini. Ayo, mulai perjalananmu untuk keliling dunia bersama Scoot!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau