Advertorial

Kehidupan di Balik ‘Ladang’ Pencakar Langit

Kompas.com - 15/02/2019, 18:53 WIB

Nationalgeographic.co.id - Angin sejuk mengalun bersama kumandang adzan zuhur. Gedung-gedung tinggi memagari kanal ajaib Kota Dubai. Saya melangkah pelan sembari menikmati lanskap kota. Sesekali melintas perempuan muda dengan pakaian olahraga ketat dan berpelantang telinga yang tengah berjoging. Saya juga berpapasan dengan seorang lelaki paruh baya––sepertinya orang Eropa––mengendarai skuter yang ditarik oleh anjing peliharaannya. Suhu siang itu berkisar 19 derajat celsius, cukup nyaman untuk kegiatan luar ruang. 

Ini begitu nyata sekaligus menakjubkan bagi saya yang sehari-hari hidup di negara sedang berkembang. Hari ini saya berkesempatan berdiri di jantung kota transformasi urban paling dahsyat di muka Bumi. 

Bagi Dubai, malam tidak berarti tidur. Diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro. - Bagi Dubai, malam tidak berarti tidur. Diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro.

Negara bagian di Uni Emirat Arab ini sebelumnya hanya gurun tandus dan kering. Penduduknya pun tinggal berpencar, dan berlindung dalam tenda-tenda. Desa-desa nelayan hidup mengelilingi sungai kecil, juga dikenal sebagai Dubai Creek. Di musim panas, Matahari memaparkan sengatannya hingga mencapai suhu 50 derajat celsius. Rombongan pedagang yang menunggangi unta-unta di masa silam berganti dengan raungan mesin mobil yang bergema di dinding-dinding gedung pencakar langit. 

Bersama The Urban Explorer Oppo R17Pro saya melakukan penjelajahan kali ini untuk pelaporan jurnalistik. Saya mengambil foto dengan fitur Night Mode mutakhir ini. Dubai menjadi pilihan menarik sebagai latar belakang imaji. Hasilnya, gemerlap malam di Arab yang tersiar megah. 

Keandalan fitur Night Mode ini kembali teruji di Dubai Fountain, sebuah atraksi air mancur terbesar di dunia. Berlokasi di danau tepat di kaki Burj Khalifa, di antara Dubai Mal dan Souk Al Bahar. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan megah air mancur berpadu dengan teknologi pencahayaan modern secara gratis. Perpaduan refleksi gemerlap lampu dari Burj Khalifa dan lenggak-lenggok air mancur yang menari-nari pada malam itu tertangkap sempurna oleh kamera ini.

Cahaya gedung-gedung dubai saat malam. Diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro.- Cahaya gedung-gedung dubai saat malam. Diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro.

Sekali lagi, Dubai tidak pernah tanggung dalam menjalankan obsesinya. Kota ini senantiasa ada di garis depan perlombaan. 

Sabtu tengah malam, saya menyusuri kawasan Marina, Dubai. Sekelompok anak muda berjejer menggelayuti kedai-kedai sepanjang sungai. Anak-anak kecil bermain otoped dan bola karet, riang berlarian menghindari ramainya orang berjalan. 

Anak-anak bermain di bawah bangunan. Diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro. - Anak-anak bermain di bawah bangunan. Diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro.

Alunan lagu La Vie En Rose dari Edith Piaf kembali terdengar dari Dubai Fountain, menandai sesi terakhir dari pertunjukkan akan segera berlangsung. Inilah pengalaman yang menakjubkan ketika saya berkesempatan menyaksikan semuanya dari kaki gedung ikonik tertinggi di Bumi. Bulu roma saya merinding, begitu alunan musik dan pertunjukkan lampu bermula. Yang lebih menakjubkan, sepertinya semua pengunjung merasakan ekspresi hal yang sama. 

Tarian cahaya dari Burj Khalifa diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro- Tarian cahaya dari Burj Khalifa diambil dengan fitur night mode Oppo R17 Pro

Saya dapat melihat bagaimana momen ini, detik ini, kita sedang menoreh memori baru dalam benak yang akan dibawa pulang ke tanah air––mungkinan tak akan pernah terlupakan. 

Saat itu, Dubai membuat kami merasa satu, tak ada perbedaan warna kulit, kebangsaan, paham politik, dan berbagai alasan lainnya yang membuat kita berbeda. Dubai tak hanya menerangi gurun Timur Tengah, tetapi juga memberikan harapan baru bagi umat manusia: sebuah persepsi baru tentang masa depan.

Seluruh foto yang ada di dalam artikel ini diambil menggunakan Oppo R17 Pro.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau