Advertorial

Walikota Tangsel dan Kepala Bekraf Tinjau Proyek Jaletreng dan Tandon

Kompas.com - 22/02/2019, 11:34 WIB

KOMPAS.com – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf meninjau Jaletreng Riverpark dan Tandon Ciater, Kamis (14/02/2019).

Peninjauan itu dilakukan dalam rangka penataan Jaletreng. Rencananya penataan akan diperpanjang hingga MAN Insan Cendekia Serpong. Rencana itu disampaikan oleh Walikota Tangsel.

“Kita akan lakukan penataan di 2020 karena di 2019 ini, kita akan lanjutkan penataan Jaletreng hingga taman kota 2,” ujar Airin. Selain itu, penataan Jaletreng juga akan dimasukkan di musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Walikota Airin melanjutkan, penataan ini dilakukan untuk meningkatkan potensi wisata. Hal itu karena potensi wisata tidak hanya ada di taman kota saja, tetapi bisa dilanjutkan hingga MAN Insan Cendekia.

- -

Ia juga menjelaskan jika Detail Engineering Design (DED) untuk penataan Jalereng sudah ada sehingga pembangunan bisa langsung dimulai tahun 2020.

Walikota Tangsel turut mengajak Kepala Bekraf dalam untuk melihat kondisi di lapangan dalam rangka penataan Jaletreng dan Tandon.

“Alhamdulillah Pak Triawan tertarik akan Jaletreng ini dan siap membantu mencarikan investor dalam penataan Jaletreng,” ujar Airin.

Siap bantu Tangerang Selatan

Sementara itu Triawan menjelaskan, di Bekraf ada dana bantuan pemerintah untuk revitalisasi yang sudah berlangsung selama tiga tahun. Pihaknya pun merasa aneh saat ada daerah lain yang sudah dibantu, tetapi yang dekat belum mendapat bantuan.

“Kita akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangsel untuk bisa mengembangkan tempat kita ini agar lebih baik lagi,” ujar dia.

Triawan juga menyatakan kesiapannya membantu Tangsel. Pihaknya menjelaskan jika nanti akan ada memorandum of understanding (MoU) dengan Tangsel karena selain memiliki potensi besar, pasarnya ada dan tempatnya strategis.

- -

Dalam kinjungannya, Kepala Bekraf turut ditemani Asisten Daerah (Asda), Retno Pratiwi dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel.

Mulai dilakukannya penataan di tahun 2020 juga dijelaskan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tangsel, Aries Kurniawan. Ia juga menjelaskan jika konsep masih dalam perimbangan.

“Kita akan menatanya. Namun untuk konsepnya masih dalam pertimbangan karena kalau menggunakan flyover biayanya akan besar. Namun kemungkinan seperti yang di Singapura konsepnya, jembatan di bawah,” ujar aries.

Ia turut menjelaskan jika Bekraf sangat senang dan akan membantu Tangsel dalam mencari investor guna meningkatkan potensi wisata di Jaletreng ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau