Advertorial

Lakukan Hal Ini Bila Tidak Ingin Pasokan Air Diputus PDAM

Kompas.com - 25/02/2019, 16:27 WIB

Tepat pada tahun lalu, sejumlah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) daerah memutuskan untuk menerapkan sistem bayar bulan berjalan. Artinya, apabila pelanggan terlambat membayar selama satu bulan dan kemudian hanya membayar biaya satu bulan pada bulan berikutnya, maka bulan yang terlewat dihitung sebagai tunggakan. Penunggakan tersebut pun bisa berujung kepada pemutusan layanan.

Tindakan tegas ini akan diambil apabila tunggakan memasuki bulan ketiga. Misalnya, ketika pelanggan menunggak pembayaran PDAM mulai bulan Januari, pihak PDAM akan memutus sambungan air pada bulan April bila tidak ada pembayaran sama sekali sejak jatuh tempo pada bulan Januari.

Pemutusan layanan PDAM ini terjadi berbagai daerah, salah satunya di Pandeglang, Banten. Salah satunya di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang. Di desa ini, petugas PDAM Tirta Berkah beserta kejaksaan menyisir belasan rumah pelanggan yang diketahui menunggak pembayaran di atas empat bulan dan tidak ada lagi kesanggupan untuk membayar.

Bila tidak ingin hal tersebut terjadi, inilah tiga hal yang perlu dilakukan agar layanan tidak diputus oleh pihak PDAM.

Catat anggaran rumah tangga soal tagihan

Inilah hal yang paling penting agar suplai air bersih untuk aktivitas rumah tangga tetap terjaga. Membuat dan mencatat anggaran rumah tangga sangatlah penting, apalagi bila menyangkut kebutuhan yang mendasar seperti air bersih yang disediakan oleh PDAM. Penggunaan air tentu akan kamu lakukan setiap harinya, sehingga pencatatan pembayaran tagihan PDAM wajib ada dalam catatan anggaran kamu. Jangan lupa untuk mencatat juga fasilitas tambahan yang digunakan, seperti tv kabel dan internet.

Jangan menunggak, langsung bayar penuh

Ingatlah bahwa semakin lama menunda pembayaran tagihan PDAM, maka akan semakin tinggi tagihan serta denda yang akan dibebankan kepada tagihan. Oleh karena itu, agar anggaran rumah tangga tetap berjalan baik, alangkah baiknya mebiasakan diri untuk membayar langsung ketika tagihan PDAM sudah keluar.

Bila tidak ada waktu, bayar secara online

Salah satu alasan telat membayar PDAM adalah karena tidak sempat ke ATM untuk membayar tagihan. Akan tetapi, saat ini tidak perlu pergi ke ATM lagi karena bayar PDAM online bisa dilakukan lewat satu aplikasi saja, yaitu Traveloka App. Traveloka App memiliki fitur myBills yang memungkinkan kamu membayar tagihan PDAM secara online.

Jangan lupa untuk menerapkan tiga hal tersebut agar layanan PDAM di rumah tidak diputus. Dengan membayar secara online lewat Traveloka App, pembayaran tagihan rumah tangga jadi lebih mudah. Jadi, tunggu apa lagi? Bayar tagihan lewat myBills di Traveloka App dan buat hidup menjadi lebih mudah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau